Kamis, 08 Juni 2017

[Ceramah Tarawih] Ramadhan Bulan Doa

Ramadhan, Bulan Memperbanyak Do'a (Ceramah Tarawih Masjid Al Latief, Pasaraya Manggarai)

Narasumber: Ustadz M. Arifin (IKADI)
Tanggal: 08 Juni 2017

Selain berpuasa dan memperbanyak ibadah lainnya seperti memperbayak tilawah Al Qur'an dan sholat - sholat sunnah, kita juga dianjurkan memperbanyak do'a.
Ada satu do'a yang sangat dianjurkan untuk sering dimohonkan di bulan yang penuh barakah ini yaitu do'a yang tercantum dalam Surat Ali Imron ayat 8 yang berbunyi:

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

Surat Ali Imron (3) ayat 8

Do'a tersebut berisi dua permohonan penting yang sangat dibutuhkan manusia dalam mengarungi kehidupan dunia ini:

1. Permohonan agar dijaga dari kecondongan hati terhadap kesesatan sesudah diberi petunjuk
Orang-orang yang sudah menerima petunjuk dari Allah SWT dan sudah beriman tidak ada jaminan akan terus istiqomah dalam keimanan mereka. Ada saja orang-orang berimana yang kehilangan keyakinan dan iman mereka karena godaan dan ujian di dunia. Orang-orang yang memahami karakteristik dunia ini akan terus memohon ampunan dan berdo'a agar diteguhkan di jalan yang diridhoiNya, antara lain dengan do'a yang tercantum dalam ayat 8 surat Ali Imron di atas.

2. Permohonan agar dikarunia rahmat dari Yang Maha Memberi Karunia.
Rahmat Allah SWT adalah salah satu karunia terpenting yang dibutuhkan manusia. Orang yang saat sakaratul maut mendapatkan rahmat Allah SWT akan mendapatkan 4 keutamaan yaitu:
a. Diterima semua amal sholehnya
b. Diampuni semua dosanya
c. Diselamatkan dari adzab kubur dan siksa neraka
d. Dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan

Dalam hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

Semoga bermanfaat

Selasa, 06 Juni 2017

[Repost Multiply] Waduk Pulomas Riwayatmu Dulu



Tentu saja judul di atas bukan hendak memelesetkan lagu keroncong yang terkenal ciptaan almarhum Gesang. Namun, itu lebih karena saya memang mempunyai kenangan yang cukup menyenangkan di waduk pulomas di daeah jakarta timur tersebut. Dulu waktu saya masih kecil sekitar dekade awal tahun 80an, saya suka ikut ibu ke kampus ASMI di Pulomas. Ibu saya saat itu masih kuliah di sana. Dalam perjalanan ke kampus dari jalan raya, kami naik becak untuk sampai ke kampus tersebut. Dalam perjalanan, saya senang melihat Waduk Pulomas yang airnya berkilauan ditimpa sinar matahari. Di seberang waduk, ada beberapa bangunan restoran panggung yang didirikan di waduk tersebut. Saya selalu memikirkan bangunan yang berdiri di atas danau tersebut.

Akhirnya, kami pun bisa mampir ke restoran yang bernama Lingkung Lembur itu. Restoran itu berada di area yang cukup luas dan asri. Pada waktu hendak makan, saya tentu saja memilih makan di salah satu bangunan yang berada di atas danau. Bangunan itu dihubungkan dengan daratan oleh sebuah jembatan kayu. Walaupun air danau tidak betul-betul jernih, namun saat itu polusi udara dan air belum separah sekarang, terbukti dengan kehadiran ribuan capung di sana. Capung-capung itu adalah salah satu indikasi kebersihan lingkungan, termasuk udara dan air. Demikian yang saya ketahui. Tanaman air eceng gondok menambah keindahan danau tersebut.

Saya sendiri terakhir kali menyambangi daerah itu beberapa tahun yang lalu. Karena sudah lama, saya agak lupa di mana restoran Lingkung Lembur itu berada. Saat bertanya pada tukang becak, si abang becak bertanya “maksudnya Restoran Parimas?”. Mungkin ya, pikir saya dalam hati. Lalu si abang mengantar saya ke restoran itu. Ternyata restoran tersebut bukanlah bangunan panggung di atas danau, namun merupakan bangunan biasa di atas tanah. Namun, restoran itu memang terletak dekat danau sehingga saya bisa melihat danau itu lagi. Karena memang tidak niat makan di restoran dan hanya ada uang untuk ongkos pulang saya tidak masuk restoran itu. Si abang becak melihat dengan heran saat saya tidak masuk ke restoran dan malah melihat-lihat danau.

Yang saya lihat saat itu adalah sebuah waduk atau danau dengan air yang tak lagi sebersih dulu. Walaupun dulu juga tidak terlalu jernih, namun sekarang lebih parah lagi. Dari jalan saya memandang ke arah tempat dulu pernah ada bangunan-bangunan panggung yang berfungsi sebagai restoran. Entah ada apa dengan restoran Lingkung Lembur itu saya tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Saat itu yang ada di seberang adalah kawasan kumuh yang sering disebut Kampung Pedongkelan. Kawasan ini dari dulu sering dilanda berbagai macam masalah sosial, sebagaimana kawasan-kawasan kumuh lainnya di negeri tercinta Indonesia ini.

Danau itu sendiri sekarang seakan tidak berdaya untuk mencegah banjir di musim hujan. Padahal jika dikelola dengan baik, diperluas dan diperdalam tentu danau itu akan mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar. Selain jadi penampungan air hujan, juga bisa untuk rekreasi murah meriah bagi masyarakat. Namun, apabila keserakahan yang diperturutkan bukan tidak mungkin suatu saat akan jadi mall yang hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas alias kaya. Semoga tidak akan menambah jumlah Mall yang sudah overdosis di ibukota nan sesak ini.

Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah. Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita. Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen. Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut. tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu. Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran. Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan? Demikian pula dengan banyak dari kita yang tinggal memutar tombol keran untuk mendapatkan air. Keprihatinan penampungan air seperti waduk Pulomas itu mungkin bahkan sama sekali tidak terpikirkan.

Air adalah unsur yang sangat penting bagi estetika sebagaimana dia juga penting untuk kehidupan. Tidak mengherankan Al Quran menggambarkan surga dengan frase ” … yang mengalir sungai-sungai di dalamnya”. Keindahan air di dunia ini saja sudah cukup mengagumkan apalagi yang ada di surga nanti. Semoga apabila kita berpartisipasi menjaga aliran air yang ada di muka bumi, kita akan dianugerahi air yang jauh lebih indah di sana nanti. Amiin

Semoga bermanfaat

(Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi)

link sumber: 

https://pindahanmultiply.wordpress.com/2010/10/07/random-snippets-air-waduk-pulomas-riwayatmu-dulu/

sumber gambar:

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Waduk_RiaRio_After_Jokowi_-_Hariadhi.jpg

Minggu, 04 Juni 2017

Rangkuman Kajian "Ramadhan Bulan Sedekah" Sedekah Harian Chapter Tangsel

Rangkuman Kajian "Ramadhan Bulan Sedekah" Sedeka Harian Chapter Tangsel di Masjid Nurul Muttaqien, Muncul, Serpong, Tangsel

Narasumber: Ustadz Afwan Riyadi

Sedekah dan infaq di jalan Allah merupakan amal sholeh yang sangat mulia dan sangat besar ganjarannya, terlebih lagi jika amalan tersebut dilaksanakan secara kontinu atau berketerusan, meski hanya sedikit. Jadi, jika ada orang yang bersedekah hanya 1000 rupiah setiap hari, dia lebih baik daripada orang yang sedekah sekali banyak namun sesekali saja.

”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

Bahkan, sedekah seseorang yang sedang kekurangan lebih besar nilai pahalanya daripada sedekah yang dikeluarkan orang yang sedang berkecukupan meski jumlahnya secara materi lebih besar.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Keutamaan sedekah disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan akan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (Qs.Shaff:10-11)

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taub├íh: 111)

"Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9)

Namun, karena banyak orang yang masih enggan bersedekah, ada juga ayat yang mengandung paksaan dan peringatan agar orang - orang tersebut bersedia mengeluarkan hartanya di jalan yang diridhoi Allah SWT separti ayat berikut:

Al Munafiqun: 9 - 11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Meskipun demikian, Allah juga Maha Lembut hingga menyebut infaq di jalanNya sebagai "pinjaman", sebagaimana tersebut dalam ayat-ayat sebagai berikut:

At Tahaghabun: 17

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat gandakan (balasan) untukmu dengan mengampuni kami. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.” (Qs. At Taghaabun: 17)

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." (Al Baqarah: 245)

Kesimpulan: mari memperbanyak dan merutinkan sedekah

Kamis, 01 Juni 2017

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Penyebab orang jauh dari ketaqwaan kepada Allah SWT ada 3

1. Jaahil (bodoh):

Kebodohon yang dapat menjauhkan orang dari ketaqwaan dibagi menjadi tiga bagian:

1.a: Jaahil dalam aqidah (tidak mengenal Allah SWT dan sifat2Nya)
1.b: jaahil dalam hal syariat (ibadah, muamalah dll)
1.c: jaahil dalma hal akhlaqul karimah (berakhlak buruk, emosional, kurang sabar)

2. Lemah Iman:

contoh orang yang lemah iman antara lain orang yang lebih mempercayai akal pikiran atau bahkan minta tolong pada dukun/orang "pintar" saat menghadapi ujian kehidupan.

3. Panjang angan-angan duniawi:

Kehidupan di dunia singkat dan terbatas maka tidak layak seorang mukmin memiliki angan2 duniawi terlalu berlebihan. Bukan tidak boleh punya mimpi, namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan keimanan.

----

Ikutan yuk suppport acara #BUKBERakbarPAY2017 bersama 1500 yatim dhuafa yang Insyaa Allah akan diselenggarakan pada 11 Juni 2017 di TMII

Buat yang mau support donasi bisa transfer ke rekening-rekening di bawah ini ya:

- Muamalat [kode bank 147] 330.000.6071
- Syariah Mandiri [kode bank 451] 7060989189
- MANDIRI [kode bank 008] 1180022288996
- BRI [kode bank 002] 2045 01 0000 85303
- BNI [kode bank 009] 0272481794
- BCA [kode bank 014] 6380400888

an. Yayasan Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jangan lupa cantumkan kode unik 333 pada setiap donasi. Contoh : Rp 1.000.333
Konfirmasikan donasi kamu ke 0821.2229.2094

Untuk yang mau tanya-tanya info acara atau support Souvenir dalam bentuk uang dan paket alat tulis bisa menghubungi kakak-kakak:

Kak Anindya 083875804912
Kak Aas 085692652966

"Bukber Akbar PAY 2017, Generasi Hebat Bermartabat"

#BUKBERakbarPAY2017
#PecintaAnakYatim
#BuatMerekaTersenyum
#LaskarLangit

Senin, 23 Januari 2017

[Transkrip] 7 Langkah Menuju Keajaiban

Rangkuman Kajian Mihrab Qolbi, 8 Januari 2017 di Masjid Al Latief Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan

Tema: "7 Langkah Menuju Keajaiban"

1. Menyadari adanya "Perisai Rezeki" berupa dosa dan kesalahan. Semua anak Adam berdosa dan melakukan kesalahan dan sebaik-baik manusia berdosa adalah yang bertaubat.

(dengarkan materi audio Konsep Dasar Magnet Rezeki, Law of Projection, Jendela Buram, Jeruk Nipis)

2. Mengikis "Perisai Rezeki" dengan jalan taubat nasuha. Ada yang sadar sendiri namun ada juga yang bertaubat karena bantuan atau teguran orang lain. Banyak orang tidak berhasil melalui jalan pertaubatan ini. Mereka enggan bertaubat dan merendahkan diri kepada Allah SWT karena masih dikuasai dan diperbudak ego dan hawa nafsu. Perisai Rezeki sendiri ada bermacam-macam salah satunya adalah kata-kata yang kasar dan pikiran yang negatif. Pikiran dan kata adalah doa yang akan kembali kepada yang mengucapkan.

(dengarkan materi audio Perisai Rezeki, Ilmu Garpu Tala, Cermin Ajaib)

3. Masuk dengan rendah diri ke dalam "Goa Keajaiban". Nabi Yunus AS meninggalkan umatnya, Allah SWT paksa beliau masuk ke dalam "Goa Keajaiban" berupa makhluk laut raksasa. Goa Keajaiban dijadikan kurikulum dalam pelajaran menggapai keajaiban. Kisah dalam surat Al Kahfi (Goa) diakhiri dengan kisah Raja Dzulkarnain yang kekuasaannya membentang dari Timur ke Barat.  Goa Keajaiban bagi umat Islam saat ini adalah majelis ilmu, masjid, sholat di tengah malam, membaca al Qur'an dan lain sebagainya.

(dengarkan materi audio Goa Keajaiban bagian 1, 2 dan 3)

4. Menjalani proses detoksifikasi dengan sebaik-baiknya. Dalam proses detoks rezeki, seringkali kita tidak dapat rezeki, dihina orang, hilang kemuliaan dan harga diri atau bahkan harta benda. Ada juga yang mendapatkan penyakit, masuk penjara dan lain sebagainya. Banyak yang tidak siap dengan proses pembersihan seperti ini sehingga harus mengulang proses ini dari awal lagi.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Rezeki Gratis)

5. Menghadapi Ujian yang terjadi selama Proses Detoks dengan sabar. Ujian seringkali berupa test kejujuran atau ujian berharap pada manusia.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Cermin Ajaib)

6. Memuliakan dan Membahagiakan orang lain. Jika rezeki ikan ada di terumbu karang, rezeki jerapah ada di pucuk pohon yang tinggi dan rezeki monyet adanya di pohon pisang, maka rezeki manusia ada di kemuliaan dan kebahagiaan orang lain. Membahagiakan dan memuliakan orang lain akan membuat pintu rezeki terbuka dan rezeki datang secara ajaib, seringkali tanpa disangka-sangka.

(dengarkan materi audio Merawat Terumbu Karang, Rahasia Keajaiban, Disiplin Kata, Leverage Rezeki, Garis Kebenaran bagian 1 dan 2, Jodoh Terbaik, Sakinah Selamanya)

7. Terjadi Keajaiban sebagai anugerah dari Allah SWT.

(dengarkan materi Puncak Keajaiban dan 7 Langkah Menuju Keajaiban)

Semoga bermanfaat

Selengkapnya bisa di-download di

telegram.me/rahasiamagnetrezeki

telegram.me/audiomagnetrezeki