Selasa, 06 Juni 2017

[Repost Multiply] Waduk Pulomas Riwayatmu Dulu



Tentu saja judul di atas bukan hendak memelesetkan lagu keroncong yang terkenal ciptaan almarhum Gesang. Namun, itu lebih karena saya memang mempunyai kenangan yang cukup menyenangkan di waduk pulomas di daeah jakarta timur tersebut. Dulu waktu saya masih kecil sekitar dekade awal tahun 80an, saya suka ikut ibu ke kampus ASMI di Pulomas. Ibu saya saat itu masih kuliah di sana. Dalam perjalanan ke kampus dari jalan raya, kami naik becak untuk sampai ke kampus tersebut. Dalam perjalanan, saya senang melihat Waduk Pulomas yang airnya berkilauan ditimpa sinar matahari. Di seberang waduk, ada beberapa bangunan restoran panggung yang didirikan di waduk tersebut. Saya selalu memikirkan bangunan yang berdiri di atas danau tersebut.

Akhirnya, kami pun bisa mampir ke restoran yang bernama Lingkung Lembur itu. Restoran itu berada di area yang cukup luas dan asri. Pada waktu hendak makan, saya tentu saja memilih makan di salah satu bangunan yang berada di atas danau. Bangunan itu dihubungkan dengan daratan oleh sebuah jembatan kayu. Walaupun air danau tidak betul-betul jernih, namun saat itu polusi udara dan air belum separah sekarang, terbukti dengan kehadiran ribuan capung di sana. Capung-capung itu adalah salah satu indikasi kebersihan lingkungan, termasuk udara dan air. Demikian yang saya ketahui. Tanaman air eceng gondok menambah keindahan danau tersebut.

Saya sendiri terakhir kali menyambangi daerah itu beberapa tahun yang lalu. Karena sudah lama, saya agak lupa di mana restoran Lingkung Lembur itu berada. Saat bertanya pada tukang becak, si abang becak bertanya “maksudnya Restoran Parimas?”. Mungkin ya, pikir saya dalam hati. Lalu si abang mengantar saya ke restoran itu. Ternyata restoran tersebut bukanlah bangunan panggung di atas danau, namun merupakan bangunan biasa di atas tanah. Namun, restoran itu memang terletak dekat danau sehingga saya bisa melihat danau itu lagi. Karena memang tidak niat makan di restoran dan hanya ada uang untuk ongkos pulang saya tidak masuk restoran itu. Si abang becak melihat dengan heran saat saya tidak masuk ke restoran dan malah melihat-lihat danau.

Yang saya lihat saat itu adalah sebuah waduk atau danau dengan air yang tak lagi sebersih dulu. Walaupun dulu juga tidak terlalu jernih, namun sekarang lebih parah lagi. Dari jalan saya memandang ke arah tempat dulu pernah ada bangunan-bangunan panggung yang berfungsi sebagai restoran. Entah ada apa dengan restoran Lingkung Lembur itu saya tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Saat itu yang ada di seberang adalah kawasan kumuh yang sering disebut Kampung Pedongkelan. Kawasan ini dari dulu sering dilanda berbagai macam masalah sosial, sebagaimana kawasan-kawasan kumuh lainnya di negeri tercinta Indonesia ini.

Danau itu sendiri sekarang seakan tidak berdaya untuk mencegah banjir di musim hujan. Padahal jika dikelola dengan baik, diperluas dan diperdalam tentu danau itu akan mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar. Selain jadi penampungan air hujan, juga bisa untuk rekreasi murah meriah bagi masyarakat. Namun, apabila keserakahan yang diperturutkan bukan tidak mungkin suatu saat akan jadi mall yang hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas alias kaya. Semoga tidak akan menambah jumlah Mall yang sudah overdosis di ibukota nan sesak ini.

Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah. Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita. Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen. Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut. tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu. Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran. Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan? Demikian pula dengan banyak dari kita yang tinggal memutar tombol keran untuk mendapatkan air. Keprihatinan penampungan air seperti waduk Pulomas itu mungkin bahkan sama sekali tidak terpikirkan.

Air adalah unsur yang sangat penting bagi estetika sebagaimana dia juga penting untuk kehidupan. Tidak mengherankan Al Quran menggambarkan surga dengan frase ” … yang mengalir sungai-sungai di dalamnya”. Keindahan air di dunia ini saja sudah cukup mengagumkan apalagi yang ada di surga nanti. Semoga apabila kita berpartisipasi menjaga aliran air yang ada di muka bumi, kita akan dianugerahi air yang jauh lebih indah di sana nanti. Amiin

Semoga bermanfaat

(Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi)

link sumber: 

https://pindahanmultiply.wordpress.com/2010/10/07/random-snippets-air-waduk-pulomas-riwayatmu-dulu/

sumber gambar:

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Waduk_RiaRio_After_Jokowi_-_Hariadhi.jpg

Minggu, 04 Juni 2017

Rangkuman Kajian "Ramadhan Bulan Sedekah" Sedekah Harian Chapter Tangsel

Rangkuman Kajian "Ramadhan Bulan Sedekah" Sedeka Harian Chapter Tangsel di Masjid Nurul Muttaqien, Muncul, Serpong, Tangsel

Narasumber: Ustadz Afwan Riyadi

Sedekah dan infaq di jalan Allah merupakan amal sholeh yang sangat mulia dan sangat besar ganjarannya, terlebih lagi jika amalan tersebut dilaksanakan secara kontinu atau berketerusan, meski hanya sedikit. Jadi, jika ada orang yang bersedekah hanya 1000 rupiah setiap hari, dia lebih baik daripada orang yang sedekah sekali banyak namun sesekali saja.

”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

Bahkan, sedekah seseorang yang sedang kekurangan lebih besar nilai pahalanya daripada sedekah yang dikeluarkan orang yang sedang berkecukupan meski jumlahnya secara materi lebih besar.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Keutamaan sedekah disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan akan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (Qs.Shaff:10-11)

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubáh: 111)

"Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9)

Namun, karena banyak orang yang masih enggan bersedekah, ada juga ayat yang mengandung paksaan dan peringatan agar orang - orang tersebut bersedia mengeluarkan hartanya di jalan yang diridhoi Allah SWT separti ayat berikut:

Al Munafiqun: 9 - 11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Meskipun demikian, Allah juga Maha Lembut hingga menyebut infaq di jalanNya sebagai "pinjaman", sebagaimana tersebut dalam ayat-ayat sebagai berikut:

At Tahaghabun: 17

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat gandakan (balasan) untukmu dengan mengampuni kami. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.” (Qs. At Taghaabun: 17)

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." (Al Baqarah: 245)

Kesimpulan: mari memperbanyak dan merutinkan sedekah

Kamis, 01 Juni 2017

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Penyebab orang jauh dari ketaqwaan kepada Allah SWT ada 3

1. Jaahil (bodoh):

Kebodohon yang dapat menjauhkan orang dari ketaqwaan dibagi menjadi tiga bagian:

1.a: Jaahil dalam aqidah (tidak mengenal Allah SWT dan sifat2Nya)
1.b: jaahil dalam hal syariat (ibadah, muamalah dll)
1.c: jaahil dalma hal akhlaqul karimah (berakhlak buruk, emosional, kurang sabar)

2. Lemah Iman:

contoh orang yang lemah iman antara lain orang yang lebih mempercayai akal pikiran atau bahkan minta tolong pada dukun/orang "pintar" saat menghadapi ujian kehidupan.

3. Panjang angan-angan duniawi:

Kehidupan di dunia singkat dan terbatas maka tidak layak seorang mukmin memiliki angan2 duniawi terlalu berlebihan. Bukan tidak boleh punya mimpi, namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan keimanan.

----

Ikutan yuk suppport acara #BUKBERakbarPAY2017 bersama 1500 yatim dhuafa yang Insyaa Allah akan diselenggarakan pada 11 Juni 2017 di TMII

Buat yang mau support donasi bisa transfer ke rekening-rekening di bawah ini ya:

- Muamalat [kode bank 147] 330.000.6071
- Syariah Mandiri [kode bank 451] 7060989189
- MANDIRI [kode bank 008] 1180022288996
- BRI [kode bank 002] 2045 01 0000 85303
- BNI [kode bank 009] 0272481794
- BCA [kode bank 014] 6380400888

an. Yayasan Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jangan lupa cantumkan kode unik 333 pada setiap donasi. Contoh : Rp 1.000.333
Konfirmasikan donasi kamu ke 0821.2229.2094

Untuk yang mau tanya-tanya info acara atau support Souvenir dalam bentuk uang dan paket alat tulis bisa menghubungi kakak-kakak:

Kak Anindya 083875804912
Kak Aas 085692652966

"Bukber Akbar PAY 2017, Generasi Hebat Bermartabat"

#BUKBERakbarPAY2017
#PecintaAnakYatim
#BuatMerekaTersenyum
#LaskarLangit

Senin, 23 Januari 2017

[Transkrip] 7 Langkah Menuju Keajaiban

Rangkuman Kajian Mihrab Qolbi, 8 Januari 2017 di Masjid Al Latief Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan

Tema: "7 Langkah Menuju Keajaiban"

1. Menyadari adanya "Perisai Rezeki" berupa dosa dan kesalahan. Semua anak Adam berdosa dan melakukan kesalahan dan sebaik-baik manusia berdosa adalah yang bertaubat.

(dengarkan materi audio Konsep Dasar Magnet Rezeki, Law of Projection, Jendela Buram, Jeruk Nipis)

2. Mengikis "Perisai Rezeki" dengan jalan taubat nasuha. Ada yang sadar sendiri namun ada juga yang bertaubat karena bantuan atau teguran orang lain. Banyak orang tidak berhasil melalui jalan pertaubatan ini. Mereka enggan bertaubat dan merendahkan diri kepada Allah SWT karena masih dikuasai dan diperbudak ego dan hawa nafsu. Perisai Rezeki sendiri ada bermacam-macam salah satunya adalah kata-kata yang kasar dan pikiran yang negatif. Pikiran dan kata adalah doa yang akan kembali kepada yang mengucapkan.

(dengarkan materi audio Perisai Rezeki, Ilmu Garpu Tala, Cermin Ajaib)

3. Masuk dengan rendah diri ke dalam "Goa Keajaiban". Nabi Yunus AS meninggalkan umatnya, Allah SWT paksa beliau masuk ke dalam "Goa Keajaiban" berupa makhluk laut raksasa. Goa Keajaiban dijadikan kurikulum dalam pelajaran menggapai keajaiban. Kisah dalam surat Al Kahfi (Goa) diakhiri dengan kisah Raja Dzulkarnain yang kekuasaannya membentang dari Timur ke Barat.  Goa Keajaiban bagi umat Islam saat ini adalah majelis ilmu, masjid, sholat di tengah malam, membaca al Qur'an dan lain sebagainya.

(dengarkan materi audio Goa Keajaiban bagian 1, 2 dan 3)

4. Menjalani proses detoksifikasi dengan sebaik-baiknya. Dalam proses detoks rezeki, seringkali kita tidak dapat rezeki, dihina orang, hilang kemuliaan dan harga diri atau bahkan harta benda. Ada juga yang mendapatkan penyakit, masuk penjara dan lain sebagainya. Banyak yang tidak siap dengan proses pembersihan seperti ini sehingga harus mengulang proses ini dari awal lagi.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Rezeki Gratis)

5. Menghadapi Ujian yang terjadi selama Proses Detoks dengan sabar. Ujian seringkali berupa test kejujuran atau ujian berharap pada manusia.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Cermin Ajaib)

6. Memuliakan dan Membahagiakan orang lain. Jika rezeki ikan ada di terumbu karang, rezeki jerapah ada di pucuk pohon yang tinggi dan rezeki monyet adanya di pohon pisang, maka rezeki manusia ada di kemuliaan dan kebahagiaan orang lain. Membahagiakan dan memuliakan orang lain akan membuat pintu rezeki terbuka dan rezeki datang secara ajaib, seringkali tanpa disangka-sangka.

(dengarkan materi audio Merawat Terumbu Karang, Rahasia Keajaiban, Disiplin Kata, Leverage Rezeki, Garis Kebenaran bagian 1 dan 2, Jodoh Terbaik, Sakinah Selamanya)

7. Terjadi Keajaiban sebagai anugerah dari Allah SWT.

(dengarkan materi Puncak Keajaiban dan 7 Langkah Menuju Keajaiban)

Semoga bermanfaat

Selengkapnya bisa di-download di

telegram.me/rahasiamagnetrezeki

telegram.me/audiomagnetrezeki

Senin, 06 Juni 2016

[Resensi Film] Warcraft:The Beginning





Bangsa Orc hendak mencari hunian baru karena dunia lama mereka, Draenor, telah rusak parah lingkungannya. Bangsa petarung yang buas itu akhirnya memilih Azeroth sebagai teMpat tinggal yang baru bagi kelangsungan hidup mereka. Satu-satunya cara untuk pergi ke sana adalah dengan melalui portal ajaib yang disebut Dark Portal. Namun, Dark Portal hanya bisa diaktifkan dengan Fel Magic, sihir terlarang yang paling kuat dan mengerikan, yang hanya bisa diaktifkan dengan energi kehidupan / life force yang ada pada tubuh makhluk hidup. Satu-satunya yang bisa melaksanakan rencana gila itu hanya Gul'dan si penyihir.

Akhirnya, pada saat yang disepakati bersama, berangkatlah bangsa Orc dari seluruh suku yang ada secara berbondong-bondong ke tempat di mana Dark Portal berada. Mereka membawa banyak sekali tawanan untuk dijadikan tumbal aktivasi Dark Portal. Sebelum ritual aktivasi dimulai, Gul'dan mengumumkan bahwa karena kurangnya tawanan, kekuatan portal hanya bisa digunakan untuk membawa sebagian kecil dari bangsa Orc yang ada. Namun, Gul'dan yakin bahwa kelompok yang berangkat akan mampu mengumpulkan cukup banyak tawanan untuk dijadikan tumbal. Gul'dan berjanji akan membuka portal dari sisi seberang dan membawa seluruh anggota Horde ke Azeroth.

Demikian sekilas adegan pembuka dari film Warcraft: The Beginning yang diadaptasi dari serial video games dengan judul serupa. Tema sentraL film ini juga serupa dengan video games yang diadaptasi, yaitu pertempuran antara manusia dan para sekutu mereka melawan Orc. Meski demikian, terlalu simplistik jika dikatakan bahwa pihak manusia dan sekutunya adalah jagoan sementara pihak Orc dianggap penjahat.  Bahkan, yang membuat film ini jadi menarik justru konflik internal yang terjadi pada masing-masing pihak. Tidak semua Orc menyetujui ambisi gila Gul'dan si penyihir menjajah Azeroth. Demikian pula di pihak manusia, ada juga diantara mereka yang berbeda pendapat hingga satu sama lain berseteru.

Film ini bisa dibilang film pertama yang menampilkan Orc sebagai bangsa yang juga memiliki tradisi dan peradaban. Orc tidak lagi ditampilkan sebagai makhluk brutal yang tak lebih dari binatang buas, yang bisa dijadikan prajurit bagi para tokoh jahat sebagaimana pernah ditampilkan dalam film film Lord of The Ring. Bagi Orc sejati, tradisi dan kehormatan adalah segala-galanya. Maka, tidak mudah bagi Gul'dan si penyihir untuk memanipulasi mereka. Terkadang terjadi benturan dan konflik akibat cara-cara pragmatis yang digunakan Gul'dan yang ambisius dengan kalangan Orc yang masih teguh memegang tradisi dan kehormatan seperti Durotan, kepala suku Frostwolf dan sahabatnya, Orgrim Doohammer. Terlebih lagi ketika Durotan mengetahui bahwa penyebab hancurnya kampung halaman Orc, Draenor, adalah karena penggunaan Fel Magic.

Para gamers yang pernah memainkan games dari serial Mortal Kombat mungkin akan mengenali sihir yang serupa dengan Fel Magic yang digunakan Gul'dan. Salah satu tokoh yang menggunakan sihir yang bisa digunakan untuk memanipulasi energi kehidupan / life force ini adalah Shang Tsung. Adegan penghisapan life force yang dilakukan Shang Tsung, baik di games Mortal Kombat maupun filmnya, serupa dengan yang dilakukan Gul'dan di film Warcraft ini. life force atau energi kehidupan itu sendiri telah dikenal dengan berbagai macam nama diantaranya, prana, chi, qi, ki, ruach, soul dan lain sebagainya. Sihir serupa juga ditampilkan dalam serial novel Death Gate Cycle, di mana manusia dari ras Sartan menggunakan sihir Necromancy untuk membangkitkan saudara - saudara mereka yang sudah meninggal untuk dipekerjakan di pertambangan. Akibat penggunaan terlarang itu, banyak Sartan yang mati mendadak secara misterius.

Last but not least, ada yang mengatakan bahwa film-film seperti ini merupakan visualisasi Perang Akhir Zaman yang akan terjadi menjelang kiamat nanti. Munculnya Orc dari Dark Portal, bagi sebagian orang, adalah visualisasi kedatangan Ya'juj dan Ma'juj setelah tembok yang menghalangi mereka dengan dunia manusia runtuh. Benar atau tidak persangkaan tersebut, kita mungkin hanya bisa berkata .. wallahu'alam

Semoga bermanfaat


Minggu, 04 Januari 2015

Test Blogging di Smartphone

Yang namanya smartphone tentu berbeda dari hand phone biasa. Selain bias untuk menelepon dan SMS, ternyata banyak feature lain yang bisa dioptimalkan.

Salah satunya ya blogging. Jadi selain bisa menulis di FB alias bikin status, kita juga bisa nge-blog di HP.

Meskipun demikian, saya sih tetap lebih nyaman ngeblog di komputer. Gak tahu kalau yg lain :D

Senin, 10 November 2014

Yang Penting Kuantitas, Bukan Kualitas



Kalau  tidak salah, zaman dahulu saat saya masih kecil, nonton TV harus bayar iuran. Maklum, waktu itu yang ada hanya TVRI, TV Swasta belum tayang. Sehingga, seingat saya, yang namanya TV masih belum ada iklannya. Lalu, sekitar akhir dekade 80an dan awal 90an, mulailah TV Swasta bermnuculan satu demi satu. Meskipun ada iurannya juga, dan lumayan mahal, tv swasta itu juga menayangkan iklan di sela-sela tayangannya. Sehingga, kadang kenikmatan menonton seringkali terganggu lantaran iklan-iklan yang berseliweran di layar kaca tersebut. Bahkan, akhirnya iuran TV swasta pun tidak ada lagi. Konsekwensinya, semua pemasukan stasiun TV swasta itu pun hanya dari iklan-iklan yang ditayangkan.

Namun, karena harus mengejar rating, maka acara-acara tv swasta pun makin aneh bin ajaib. Mengejar sensasi, lupa akan esensi, menguber kuantitas lupa akan kualitas. Efek suatu tayangan pada moralitas, apalagi akidah para pemirsanya, terutama mereka yang masih di bawah umur, tidak lagi penting untuk dipertimbangkan. Mungkin diantara kita masih ingat tayangan gulat ala Smackdown yang menyebabkan tewasnya beberapa anak buah hati orang tuanya? Atau tayangan-tayangan variety show dan sinetron yang sama sekali tidak mendidik dan hanya terkesan cari sensasi?. Ditambah lagi tayangan gossip infotainment yang tidak henti-hentinya mengekspos sensasi para selebritis, termasuk gaya hidup mewah dan kehidupan pribadi mereka? Termasuk pula pernikahan beberapa selebritis dengan biaya yang sangat fantastis di tengah kemeleraatan dan kemiskinan yang masih membelenggu dan membebani sebagian masyarakat kita.  

Teringat kembali perkataan Arswendo Atmowiloto yang mengatakan kalau TV itu yang penting kuantitas, bukan kualitas. Saya sendiri lupa di acara apa dia bicara seperti itu, tapi pada intinya TV itu tidak mementingkan karakter, latar belakang, tingkat pendidikan maupun embel-embel lainnya. Yang penting penontonnya banyak, rating iklannya tinggi dan akhirnya memberikan banyak keuntungan finansial pada stasiun TV yang menayangkan acara tersebut. Apapun alasan atau pembenaran yang diberikan, keuntungan finansial adalah tujuan utamanya.

Tentu tidak semua tayangan TV jelek, masih ada sedikit yang berguna dan bermanfaat, namun sayang ratingnya kurang memadai sehingga tidak diprioritaskan untuk bisa tayang pada jam-jam "prime time". Sangat disayangkan memang.

Perlu disyukuri, sebagaimana seringkali saya pantau di jejaring sosial seperti Facebook, banyak penggunanya yang mengatakan bahwa mereka sudah tidak punya TV lagi di rumahnya. Mereka yang masih punya TV pun sudah mulai membatasi penggunaan "kotak ajaib" tersebut. Hal-hal tersebut, walau masih belum terlalu besar dampaknya bagi masyarakat, sudah harus disyukuri dan diberi apresiasi serta dukungan yang memadai. Semoga di masa mendatang, akan makin banyak orang yang menyadari dampak negatif dari "kotak ajaib" bernama televisi itu dan bisa meminimalisirnya.

Selasa, 11 Februari 2014

[Buku] Kekuatan Memaafkan

Akhirnya buku yang dinanti terbit juga. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Qibla ini ditulis oleh saya dan Mas Yanuardi Syukur. Bermula dari keprihatinan betapa sulitnya manusia memaafkan sesamanya dan masih langkanya buku tentang maaf memaafkan, saya dan mas Yanuardi sepakat bekerja sama menggarap buku tersebut. Buku ini sendiri sempat terbit di salah satu jasa penerbitan indie di Jakarta dan sekarang diterbitkan penerbit Qibla, salah satu imprint dari Buana Ilmu Populer yang masih anggota kelompok Gramedia.

Selama proses menulis, banyak aspek dari maaf memaafkan yang saya temukan yang mungkin merupakan ganjalan bagi manusia untuk memaafkan sesamanya yang bersalah padanya. Semua itu menjadi bahan untuk memperkaya buku ini. Buku ini memang bukan buku pertama tentang maaf memaafkan bukan pula yang terbaik namun Insya Allah salah satu yang paling lengkap meskipun tetap sederhana dan tentu saja tidak menutup adanya kekurangan di sana dan di sini karena kedua penulisnya hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan dosa.

Mungkin yang paling menarik dalam buku ini, setidaknya menurut saya, adalah adanya bahasan tentang Qishash atau hukuman mati dalam Islam dan kaitannya dengan memaafkan. Dengan pengetahuan syariat yang tentunya masih terbatas saya mencoba menguraikan hikmah di balik syariat yang masih seringkali disalahpahami, baik oleh orang Islam sendiri maupun yang beragama lain. Berawal dari ceramah yang pernah disampaikan ustadz Wahfiuddin MBA di masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng dan acara Midnight Live di Metro TV episode "Pembunuh Bayaran" yang mengisahkan lika-liku kehidupan para pembunuh bayaran dan menampilkan tokoh mantan penjahat yang kini aktif berdakwah yaitu Anton Medan.

Terakhir kali saya mampir ke Gramedia Plaza Semanggi dan Mall Ambasador, Kuningan, stok buku ini masih cukup banyak. Semoga teman-teman bisa mendapatkan buku ini sebelum kehabisan :)

Akhir kata, bagi para pembaca sekalian saya ucapkan membaca. Bagi mereka yang belum mampu memaafkan sesamanya, semoga buku ini dapat menjadi salah satu tetesan air yang mampu melunakkan hati yang keras membeku agar bisa memaafkan sesamanya

Semoga bermanfaat

Rabu, 13 November 2013

Tiga Kelompok Manusia Menurut Ibrahim Elfiky

Dalam pandangan Dr. Ibrahim Elfiky, seorang motivator dan penulis buku yang juga pernah menjadi atlet tenis meja dan direktur sebuah hotel mewah, manusia terbagi menjadi tiga kelompok:

Kelompok pertama adalah orang-orang yang sukses dalam seluruh area kehidupan mereka. Penghasilan mereka cukup besar dan karir mereka cemerlang dan menjanjikan. Secara spiritual mereka dekat dengan Tuhan dan senang berbagi pada sesama manusia yang membutuhkan. Secara fisk, mereka cukup berolah raga, cukup istirahat dan hanya mengonsumsi makanan-makanan yang menyehatkan. Secara sosial, mereka membina hubungan baik dengan orang-orang yang menjadi sahabat mereka dengan hubungan yang saling menguntungkan.

Kelompok kedua adalah kelompok yang oleh Ibrahim disebut sebagai orang-orang yang hanya sukses di bidang pekerjaannya saja. Mereka memiliki karir yang tinggi serta penghasilan yang juga tidak kalah besarnya dengan kelompok pertama. Namun, orang-orang dari kelompok ini memiliki banyak masalah di area lain dalam kehidupannya. Banyak dari mereka yang seringkali jatuh sakit, tidak pernah atau jarang berolah raga serta memiliki gaya hidup yang sangat tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi makanan atau minuman yang merusak kesehatan. Secara sosial mereka memiliki banyak musuh yang terdiri dari orang-orang yang mereka sakiti hatinya.

Kelompok ketiga adalah orang-orang yang menyia-nyiakan hidupnya. Mereka menganggur atau hanya memiliki penghasilan pas-pasan sekedar untuk mempertahankan hidup. Mereka juga terjebak pada gaya hidup tidak sehat seperti pada kelompok kedua seperti merokok dan enggan berolah raga. Mreka juga tidak tahu bagaimana meningkatkan taraf hidup mereka dan secara mental enggan untuk berubah dan memperbaiki diri. Banyak orang dari kalangan menengah ke bawah yang termasuk dalam kelompok ketiga ini.

Ketiga kelompok manusia ini ada di sekitar kita. Kita memiliki pilihan mau jadi bagian dari kelompok yang mana, apakah yang pertama, kedua atau yang ketiga. Memang, jika kita sudah terjebak dalam pola dan gaya hidup yang kurang baik, bukan hal mudah utnuk mengubahnya. Namun, jika kita tidak melakukannya, tidak ada orang yang bisa melakukannya untuk kita.

Semoga bermanfaat

Referensi: Jangan Tunda Sukses, Dr. Ibrahim Elfiky, Penerbit Hikmah

Tulisan ini sudah pernah dimuat di situs baruseru.com

Kamis, 15 Agustus 2013

[Power of Life] Menjaga Kejernihan Hati

Alkisah di sebuah kota kecil ada seorang gadis kecil yang pandai menari. Gadis berumur 8 tahun itu telah meraih banyak sekali piagam penghargaan dan piala sebagai pengakuan atas kemampuannya menari. Gadis kecil itu telah menjadi kebanggaan bagi keluarga dan warga kota tersebut. Si gadis penari itu juga sering tampil di berbagai acara untuk menunjukkan kebolehannya menari, baik di kota tersebut atau di kota-kota lain.

Pada suatu hari datanglah seorang maestro tari ke kota tempat tinggal si gadis. Si gadis penari tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut. Setelah berusaha keras, si gadis pun berhasil menemui sang maestro dan memintanya menilai tariannya. Saat sedang menari, tiba-tiba sang maestro pergi begitu saja meninggalkan si gadis. Si gadis sangat kecewa dan menghentikan tariannya, dia pun lalu berlari pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, dia membuang semua piagam penghargaan dan piala yang dia peroleh dan berhenti berlatih menari.

Sepuluh tahun kemudian, maestro yang sama datang kembali ke kota tersebut. Si gadis sekali lagi berusaha menemuinya dan mengingatkannya pada kejadian sepuluh tahun yang lalu. Sang maestro berpikir sejenak dan mengatakan bahwa dia ingat pada gadis kecil yang menari di hadapannya saat itu. Maestro tersebut juga mengatakan bahwa dia sangat kagum pada tarian yang dibawakan si gadis. Saat ditanya mengapa dia pergi begitu saja saat si gadis kecil menari, sang maestro mengatakan bahwa dia hendak mengambil kartu namanya dan saat dia kembali saat itu, gadis itu sudah tidak ada di tempatnya. Sungguh sangat disayangkan.

Kisah di atas merupakan sebuah ilustrasi dari kejadian yang bisa menimpa orang yang hatinya kurang jernih dan sempit pandangan. Orang-orang seperti itu seringkali terlalu cepat mengambil kesimpulan dari suatu kejadian yang kurang menyenangkan. Akhirnya, orang-orang seperti itu sangat mudah mengalami kerugian dan sulit meningkatkan kualitas kehidupannya. Orang-orang seperti itu biasanya arang memperbaharui diri hingga lemah jiwanya dan tidak berkembang mengikuti perkembangan usianya.

Tips untuk berlatih menjernihkan hati dari Mbak Niek:

1. Berlatih untuk diam dan belajar tidak mudah berkomentar, mengeluarkan statement atau bicara yang tidak perlu. Jika kita tergoda untuk berkomentar, jangan langsung bereaksi atau berkomentar. Belajarlah untuk peka terhadap kapan harus bicara atau kapan harus diam.

2. Rileks, jika mungkin masuki kondisi alpha, lalu berdiri dan tarik nafas 9x lalu duduk rileks dan lakukan afirmasi seperti berikut: "Semakin hari semakin sehat semakin jernih semakin hari hati saya semakin bening" berkali-kali sambil bayangkan anda sudah menjadi pribadi yan bening hati. Orang yang bening hatinya akan memancarkan keindahan dari dalam, body language dan auranya positif serta lebih mudah dekat pada tuhan. Kita perlu waktu khusus untuk melakukan latihan seperti itu.

3. Meningkatkan religiusitas agar bisa lebih dekat pada Tuhan. Untuk itu kita harus mempelajari syariat dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jika untuk melakukan ibadah ritual yang wajibsaja sudah berat, maka kita perlu mengoreksi kedekatan kita dengan Tuhan agar bisa menjernihkan hati.

4. Bergabung dengan lingkungan atau komunitas yang membuat anda konsisten di jalan anda karena kendala bisa mengubah fisiologi dan mood anda. Teman-teman di komunitas-komunitas yang positif akan menguatkan anda. Anda juga bisa membuat group di situs-situs jejaring sosial dengan tujuan dan konten yang positif.

5. Menghindari lingkungan yang buruk jika anda belum memiliki kekuatan mental dan pengaruh yang bisa mewarnai mereka.

 Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life edisi 13 Agustus 2013 di radio Sindo Trijaya 104.6 FM
Narasumber: Nikmah Nursyam (mbak Niek)

Jumat, 27 Juli 2012

Menulis yang Menyembuhkan


Tahun 2007, sesudah Pilkada DKI Jakarta, aku mulai mencoba menuliskan apa saja yang ingin kutuliskan ke dalam sebuah blog. Aku sendiri mengetahui bagaimana cara membuat dan menulis di media tersebut dari sebuah majalah komputer yang kubeli di toko buku. Memang, saat itu tulisan-tulisanku masih kaku dan bahasanya belum mengalir sehingga kurang bisa dinikmati pembacanya. Namun, aku tidak menyerah dan tetap menulis dan menulis. Tulisanku mengalami kemajuan pada tahun 2009 karena pengalaman pribadi yang kualami. Bukan pengalaman yang menyenangkan meamng, namun dari sanalah kutemukan passion-ku pada dunia tulis menulis. Setiap kali berhasil menyelesaikan satu tulisan, kurasakan adanya kesembuhan dalam diriku. Ada perasaan lega seakan beban di pundak terlepaskan dan kebahagiaan bisa berbagi dengan orang lain. Semoga semua menjadi bagian dari amal shalehku dan sebagai bekal di kehidupan abadi nanti.

Dalam beberapa tulisanku, kuceritakan kisah-kisah penyembuhan yang kulakukan semampuku sebagai seorang manusia yang lemah dan tiada daya upaya melainkan atas perkenan dan izinNya. Aku memang memiliki semacam passion untuk melakukan penyembuhan walau aku bukan orang yang secara khusus belajar di bidang kesehatan dan kedokteran. Aku hanya mengandalkan teknik EFT dan Quantum Touch yang pernah kupelajari, baik dari training ataupun dari sesama relawan. Walaupun demikian, sudah cukup banyak orang yang terbantu oleh kemampuanku itu, walaupun tidak semua memberi hasil yang memuaskan. Dalam suatu event pendidikan untuk anak-anak dhuafa, aku pernah menterapi lebih dari 10 orang anak. Saat mengikuti event tersebut, cukup banyak anak yang sakit dan memerlukan pertolongan agar bisa sembuh. Pernah pula seorang anak tetangga tangannya bengkak entah karena apa, kucoba terapi dengan teknik Quantum Touch yang kupelajari dari sesama relawan saat bertugas di Padang ketika terjadi gempa besar tahun 2009 lalu. Beberapa kegiatan baksos penyembuhan non medis yang pernah kuikuti juga pernah kuceritakan di blogku. 



Selain sharing tentang penyembuhan, aku juga suka menulis untuk membagi teknik - teknik dan metode penyembuhan yang kuketahui. Walaupun belum layak disebut trainer karean pengalamanku yang masih minim, aku tetap menuliskan teknik dan metode tersebut. Harapanku, makin banyak orang yang bisa mempelajari penyembuhan alami teresebut sehingga tidak terlalu tergantung pada penyembuhan medis yang mahal dan punya banyak efek samping yang kurang baik bagi kesehatan. Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, pernah mengatakan dalam bukunya yang berjudul Quantum Touch,  "All healing is Self Healing (semua penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri)'. Diri kitalah yang seharusnya menjadi "penyembuh" bagi kita, bukan dokter, perawat, tabib atau yang lainnya. Dengan tidak menafikan bantuan dan dukungan pihak lain, kesehatan dan penyembuhan kita hendaknya menjadi tanggung jawab kita sendiri. Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah.  Saya pun masih terus belajar.  Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.


Sebagai seorang yang awam terhadap spesifikasi teknis komputer, tentu aku tidak tahu banyak tentang kandungan teknis dari Sony VAIO E14P Calm & Independent. Namun, warna putih dengan semburat biru yang menenangkan tentu cocok untuk siapa pun yang mencintai kegiatan yang bermanfaat dan menyembuhkan seperti menulis. Warna tersebut mengingatkan siapapun yang melihatnya pada awan-awan putih di langit yang biru yang menyiratkan harapan dan impian. Sebagaimana impian dan harapanku membantu menyembuhkan sebanyak mungkin orang melalui tulisan dan penyembuhan.

tulisan ini diikutkan dalam lomba BecauseIt’sMe yang diselenggarakan femaledaily

Sabtu, 14 Juli 2012

Berjilbab Tapi Kok Merokok?

Salah satu fenomena yang sangat memperihatinkan saat ini adalah semakin banyaknya kaum perempuan yang merokok. Bahkan, menurut situs tempo.co, jumlah perokok perempuan meningkat empat kali lipat pada rentang waktu 1995-2007. Tahun 2007, ada 4,8 juta perempuan perokok dari yang sebelumnya hanya 1,1 juta perokok pada tahun 1995. Dari banyak perempuan yang merokok itu, bukan tidak mungkin ada yang sudah menutup auratnya. Namun, mereka yang sudah menutup aurat itu belum mampu menghentikan kecanduannya merokok. Sehingga, akhirnya kita pun menyaksikan sebuah tabrakan kepentingan antara yang baik dan yang buruk. Jilbab tetap dikenakan dan rokok pun tetap dihisap dan asapnya tetap dihembuskan.

Sebelum terjadi polemik berkepanjangan, mari sama-sama kita dudukkan persoalan ini pada tempatnya. Banyak orang yang mengganggap bahwa para perempuan berjilbab itu tingkat kesuciannya sudah setingkat di bawah malaikat bersayap atau para bidadari dalam surga. Sehingga, banyak diantara mereka yang terkejut ketika menyaksikan ada perempuan berjilbab yang melakukan hal-hal yang kurang baik seperti merokok. Anggapan itu pula yang membuat banyak muslimah enggan berjilbab karena merasa diri belum cukup "suci" untuk melakukan kewajiban itu. "Sebaiknya saya menjilbabi hati saya dulu deh" demikian kata sebagian dari mereka.

Jilbab, hijab dan menutup aurat adalah kewajiban bagi kaum muslimah. Hijab adalah bagian dari syariat Islam yang harus dilaksanakan oleh para penganut agama tersebut. Hijab adalah masalah lahiriah yang dapat dilihat dengan mata kepala manusia. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” demikian firman Allah SWT dalam QS. Al Ahzab: 59. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, dikisahkan bahwasanya Asma` binti Abubakar telah masuk ke ruangan Nabi SAW dengan berpakaian tipis/transparan, lalu Rasulullah SAW berpaling seraya bersabda : "Wahai Asma` sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) tidak boleh baginya untuk menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini (Rasulullah menunjuk muka dan telapak tangan)." (HR. Abu Dawud)

Adapun hati atau qolbu adalah masalah batin yang tidak tercapai oleh mata kepala manusia. hanya Allah SWT dan manusia itu sendirilah yang tahu isi hatinya. Bahkan, yang mampu membolak balik hati hanya Allah SWT, bukan manusia itu sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya semua hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari ar-Rahman (Allah Ta’ala), seperti hati yang satu, yang Dia akan membolak-balikkan hati tersebut sesuai dengan kehendak-Nya”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Wahai Allah Yang membolak-balikkan hati (manusia), palingkanlah hati kami untuk (selalu) taat kepada-Mu" Hadits Sahih Riwayat Muslim (no. 2654). Allah SWT hanya akan meneguhkan hati mereka yang rajin menyucikan jiwanya melalui proses tazkiyatun nafs dan yang sungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan syariatNya dalam kehidupan. Termasuk di dalam pengamalan syariat itu adalah dengan berhijab dan menutup aurat. Sehingga, amat sangat mungkin terjadi adanya muslimah yang sudah berhijab atau berjilbab namun masih suka merokok atau melakukan hal-hal yang kurang baik lainnya. Semua itu memang manusiawi namun bukan berarti tidak perlu diperbaiki.

Maka, bisa jadi ada seorang muslimah yang sebelum berhijab sudah merokok. Dia bisa saja merokok untuk mengalihkan perhatiannya dari persoalan hidup sehari-hari atau karena pergaulan. Saat sudah berhijab, bukan lantas dia otomatis bisa meninggalkan kecanduan merokoknya. Orang itu masih harus mengatasi kecanduan tersebut, bisa dengan konseling, terapi-terapi tertentu seperti EFT (Emotional Freedom Technique) atau dengan memaksa diri untuk tidak merokok. Belum lagi masalah-maasalah psikologis lainnya yang juga harus diselesaikan, yang mendorong orang itu menjadi perokok. Namun yang jelas, sambil berusaha mengatasi semua masalah tersebut, si muslimah tetap bisa dan tetap harus berhijab untuk menutup auratnya sesuai tuntunan syariah. Tidak perlu menunggu sampai semua masalah teratasi baru berhijab karena hidup itu sendiri kumpulan persoalan dan masalah. 
 
Manusia adalah makhluk yang kompleks karena meliputi tubuh, jiwa dan pikiran. Manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan perbuatan dosa dan kesalahan. Manusia yang baik adalah manusia yang penuh dosa dan banyak berbuat salah namun bersedia memperbaiki semua kesalahan tersebut semaksimal mungkin. Jilbab dan simbol-simbol keagamaan yang dikenakan seseorang hendaknya dijadikan sebagai bagian dari motivasi untuk memperbaiki dirinya. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu"; maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti" [QS. Ali Imran: 193].


Semoga bermanfaat


Related Links

Jilbab Lebih Menjaga Dirimu


Kebebasan Wanita Jilid 1

Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT

Rabu, 23 Mei 2012

[Sosial] Bon Kosong dan Kerentanan Sosial

Sebut saja namanya Udin.  Seorang pemuda yang hanya lulusan SMP ini beruntung mendapat pekerjaan sebagai seorang office boy di sebuah kantor.  Salah satu tugas Udin adalah memfotokopi berkas-berkas dari kantor.  Memang, selain gaji bulanan, Udin juga dapat uang makan dan tunjangan lainnya walau tidak terlalu besar.  Namun, karena banyaknya dokumen yang harus difotocopy, Udin kadang terpaksa menggunakan uangnya sendiri terlebih dahulu untuk membayar biaya fotokopi untuk kemudian ditagihkan ke bagian keuangan di kantornya.  Untuk bisa mendapat penggantian itu, Udin harus memberikan bukti berupa bon dari kios fotokopi langganan kantor.  Namun, karena pengaruh lingkungan yang kurang baik dan kecanduannya akan rokok, Udin mulai berbuat curang.  Saat melaksanakan tugasnya untuk memfotocopi dokumen-dokumen kantor, dia meminta pada operator dibuatkan bon kosong. Bon itu dia isi sendiri agar ada uang lebih yang bisa dia kantongi.  Udin memang seorang sudah lama menjadi seorang perokok sehingga dengan uang mark-up itu dia bisa membeli rokok tanpa harus mengurangi gaji dan uang makan. Manipulasi tersebut berlangsung lancar dalam waktu cukup lama. Namun, seperti kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, terjadilah sesuatu yang ada di luar perhitungan Udin.  Ibu Ani, kepala bagian keuangan di kantor tersebut, menemukan sebuah bon kosong yang benar-benar kosong.  Tidak ada sedikitpun angka yang tertera di sana.  Karena curiga, Ibu Ani pun memanggil Udin dan menanyakan perihal bon kosong itu.  Udin tidak bisa mengelak dan terpaksa mengakui perbuatannya. Udin pun dipecat dari pekerjaannya dan sampai sekarang dia masih menganggur.  Ijazahnya yang hanya sampai SMP dan kredibiltasnya yang sudah tercoreng gara-gara markup bon kosong yang dilakukannya membuat Udin kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.

Lain lagi dengan Raihan. PEmuda yang sudah lama menganggur itu suatu saat melihat pengumuman penerimaan pegawai di salah satu warnet yang menjadi langganannya.  Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengatakan ingin bekerja di sana.  Setelah diwawancarai dan diuji kemampuannya mengoperasikan komputer, Raihan pun diterima di sana.  Memang, mula-mula Raihan merasa enjoy bekerja di sana walaupun pekerjaannya tidak terlalu bergengsi. Yang penting kantongnya terisi uang lagi walau tidak terllau tebal. Namun sayang seribu sayang, setelah beberapa lama bekerja, Raihan mulai merasakan adanya sesuatu yagn tidak beres.  BAnyak para pelanggan yang meminta dibuatkan bon kosong.  Termasuk orang-orang yang bekarja di sebuah proyek Superblok yang sedang berlangsung di dekat warnet tempat Raihan bekerja.  Raihan memang dapat memahami bahwa para pekerja tersebut mengganggap meminta dibuatkan bon kosong bukanlah kejahatan serius.  Toh para pemilik modal di Mega Proyek Superblok itu masih punya banyak uang, begitu pikir mereka.  Namun, yang paling menyiksa batin Raihan adalah rasa berdosa yang timbul setiap kali dia terpaksa melakukan hal buruk tersebut.

Sebagai seorang pemuda yang cukup memahami ajaran agamanya yaitu Islam, Raihan tahu bahwa memberikan kesaksian palsu, termasuk dalam bentuk bon kosong, adalah dosa besar.  Tidak peduli apakah selisih antara jumlah uang yang tertera dalam bon tersebut dan jumlah sebenarnya sedikit atau banyak.  Apakah selisihnya hanya 5000 rupiah atau 5 juta rupiah, keduanya sama-sama dosa besar.  Memang, kadang Raihan berhasil menolak membuatkan bon kosong itu walaupun dengan perjuangan yang alot, namun terkadang dia gagal.  Dengan berat hati, dia pun terpaksa menandatangani sebagian bon kosong tersebut, apalagi saat si klien sudah mengancam.  Akhirnya, dengan berat hati Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengundurkan diri dari pekerjaannya.  Raihan pun kini terpaksa kembali mengisi hari harinya dengan perjuangan mencari pekerjaan yang sesuai.

Kedua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ini masih budaya meremehkan hal-hal buruk yang dianggap kecil.  Kita seringkali lupa bahwa bencana dan kerusakan besar selalu dimulai dari hal-hal yang kecil.  Pak Ahyudin, presiden Aksi Cepat Tanggap, sebuah lembaga sosial yang biasa menangani bencana-bencana yang terjadi di Indonesia, mengatakan bahwa bencana sebesar apapun berawal dari kerentanan, baik kerentanan alam ataupun kerentanan sosial. Jika kerentanan-kerentanan itu dianggap remeh dan tidak segera diatasi, bencana dan kerusakan yang lebih besar akan menanti.  Korupsi kecil-kecilan dengan modus bon kosong seperti pada beberapa ilustrasi di atas adalah contoh kerentanan sosial yang seringkali diremehkan.  Kejahatan seperti itu pada akhirnya membawa bencana kepada si pelaku dan orang-orang yang dekat dengannya.  Ada pula yang akhirnya dipecat dan ada pula yang mengundurkan diri karena tidak tahan menahan rasa sakit hati dan perasaan berdosa yang dalam. Banyak pula yang terjerumus ke dalam dunia hitam kejahatan karena sudah terlalu sakit hati, frustasi dan putus asa. 

Budaya korupsi memang sudah menjangkiti negeri ini sampai ke tingkat strata sosial terendah.  Jika seorang office boy saja bisa melakukan korupsi dan manipulasi dengan modus bon kosong seperti pada kisah-kisah di atas, apalagi yang tingkatnya lebih tinggi. Jika seorang office boy bisa memanipulasi tagihan dengan segala cara, termasuk dengan bon kosong, maka seoerang pejabat tinggi bisa lebih leluasa lagi melakukan kejahatan seperti itu.  Hanya dengan coretan tanda tangannya, proyek yang sebenarnya bermasalah atau diragukan urgensinya untuk kepentingan masyarakat bisa lolos dan dilaksanakan.  Akibatnya, beban keuangan yang ditanggung negara makin berat, rakyat makin banyak yang miskin dan kerentanan sosial yang berpotensi menimbulkan bencana makin meluas. Sudah saatnya masyarakat bangkit dan melawan budaya korup, markup dan bon kosong seperti yang terjadi selama ini agar tidak menimbulkan bencana-bencana yang besar dan menimbulkan kerugian berat di kemudian hari.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Tarbiyah Finansial, Dwi Swiknyo, Diva Press
Pemimpin Negeri Bencana 




Dipersembahkan oleh Distromuslim dot net