Kamis, 01 Juni 2017

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Rangkuman ceramah tarawih Masjid Khusnul Khatimah, CPM Guntur, Jakarta Selatan

Penyebab orang jauh dari ketaqwaan kepada Allah SWT ada 3

1. Jaahil (bodoh):

Kebodohon yang dapat menjauhkan orang dari ketaqwaan dibagi menjadi tiga bagian:

1.a: Jaahil dalam aqidah (tidak mengenal Allah SWT dan sifat2Nya)
1.b: jaahil dalam hal syariat (ibadah, muamalah dll)
1.c: jaahil dalma hal akhlaqul karimah (berakhlak buruk, emosional, kurang sabar)

2. Lemah Iman:

contoh orang yang lemah iman antara lain orang yang lebih mempercayai akal pikiran atau bahkan minta tolong pada dukun/orang "pintar" saat menghadapi ujian kehidupan.

3. Panjang angan-angan duniawi:

Kehidupan di dunia singkat dan terbatas maka tidak layak seorang mukmin memiliki angan2 duniawi terlalu berlebihan. Bukan tidak boleh punya mimpi, namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan keimanan.

----

Ikutan yuk suppport acara #BUKBERakbarPAY2017 bersama 1500 yatim dhuafa yang Insyaa Allah akan diselenggarakan pada 11 Juni 2017 di TMII

Buat yang mau support donasi bisa transfer ke rekening-rekening di bawah ini ya:

- Muamalat [kode bank 147] 330.000.6071
- Syariah Mandiri [kode bank 451] 7060989189
- MANDIRI [kode bank 008] 1180022288996
- BRI [kode bank 002] 2045 01 0000 85303
- BNI [kode bank 009] 0272481794
- BCA [kode bank 014] 6380400888

an. Yayasan Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jangan lupa cantumkan kode unik 333 pada setiap donasi. Contoh : Rp 1.000.333
Konfirmasikan donasi kamu ke 0821.2229.2094

Untuk yang mau tanya-tanya info acara atau support Souvenir dalam bentuk uang dan paket alat tulis bisa menghubungi kakak-kakak:

Kak Anindya 083875804912
Kak Aas 085692652966

"Bukber Akbar PAY 2017, Generasi Hebat Bermartabat"

#BUKBERakbarPAY2017
#PecintaAnakYatim
#BuatMerekaTersenyum
#LaskarLangit

Senin, 23 Januari 2017

[Transkrip] 7 Langkah Menuju Keajaiban

Rangkuman Kajian Mihrab Qolbi, 8 Januari 2017 di Masjid Al Latief Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan

Tema: "7 Langkah Menuju Keajaiban"

1. Menyadari adanya "Perisai Rezeki" berupa dosa dan kesalahan. Semua anak Adam berdosa dan melakukan kesalahan dan sebaik-baik manusia berdosa adalah yang bertaubat.

(dengarkan materi audio Konsep Dasar Magnet Rezeki, Law of Projection, Jendela Buram, Jeruk Nipis)

2. Mengikis "Perisai Rezeki" dengan jalan taubat nasuha. Ada yang sadar sendiri namun ada juga yang bertaubat karena bantuan atau teguran orang lain. Banyak orang tidak berhasil melalui jalan pertaubatan ini. Mereka enggan bertaubat dan merendahkan diri kepada Allah SWT karena masih dikuasai dan diperbudak ego dan hawa nafsu. Perisai Rezeki sendiri ada bermacam-macam salah satunya adalah kata-kata yang kasar dan pikiran yang negatif. Pikiran dan kata adalah doa yang akan kembali kepada yang mengucapkan.

(dengarkan materi audio Perisai Rezeki, Ilmu Garpu Tala, Cermin Ajaib)

3. Masuk dengan rendah diri ke dalam "Goa Keajaiban". Nabi Yunus AS meninggalkan umatnya, Allah SWT paksa beliau masuk ke dalam "Goa Keajaiban" berupa makhluk laut raksasa. Goa Keajaiban dijadikan kurikulum dalam pelajaran menggapai keajaiban. Kisah dalam surat Al Kahfi (Goa) diakhiri dengan kisah Raja Dzulkarnain yang kekuasaannya membentang dari Timur ke Barat.  Goa Keajaiban bagi umat Islam saat ini adalah majelis ilmu, masjid, sholat di tengah malam, membaca al Qur'an dan lain sebagainya.

(dengarkan materi audio Goa Keajaiban bagian 1, 2 dan 3)

4. Menjalani proses detoksifikasi dengan sebaik-baiknya. Dalam proses detoks rezeki, seringkali kita tidak dapat rezeki, dihina orang, hilang kemuliaan dan harga diri atau bahkan harta benda. Ada juga yang mendapatkan penyakit, masuk penjara dan lain sebagainya. Banyak yang tidak siap dengan proses pembersihan seperti ini sehingga harus mengulang proses ini dari awal lagi.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Rezeki Gratis)

5. Menghadapi Ujian yang terjadi selama Proses Detoks dengan sabar. Ujian seringkali berupa test kejujuran atau ujian berharap pada manusia.

(dengarkan materi audio Detoks Rezeki, Cermin Ajaib)

6. Memuliakan dan Membahagiakan orang lain. Jika rezeki ikan ada di terumbu karang, rezeki jerapah ada di pucuk pohon yang tinggi dan rezeki monyet adanya di pohon pisang, maka rezeki manusia ada di kemuliaan dan kebahagiaan orang lain. Membahagiakan dan memuliakan orang lain akan membuat pintu rezeki terbuka dan rezeki datang secara ajaib, seringkali tanpa disangka-sangka.

(dengarkan materi audio Merawat Terumbu Karang, Rahasia Keajaiban, Disiplin Kata, Leverage Rezeki, Garis Kebenaran bagian 1 dan 2, Jodoh Terbaik, Sakinah Selamanya)

7. Terjadi Keajaiban sebagai anugerah dari Allah SWT.

(dengarkan materi Puncak Keajaiban dan 7 Langkah Menuju Keajaiban)

Semoga bermanfaat

Selengkapnya bisa di-download di

telegram.me/rahasiamagnetrezeki

telegram.me/audiomagnetrezeki

Senin, 06 Juni 2016

[Resensi Film] Warcraft:The Beginning





Bangsa Orc hendak mencari hunian baru karena dunia lama mereka, Draenor, telah rusak parah lingkungannya. Bangsa petarung yang buas itu akhirnya memilih Azeroth sebagai teMpat tinggal yang baru bagi kelangsungan hidup mereka. Satu-satunya cara untuk pergi ke sana adalah dengan melalui portal ajaib yang disebut Dark Portal. Namun, Dark Portal hanya bisa diaktifkan dengan Fel Magic, sihir terlarang yang paling kuat dan mengerikan, yang hanya bisa diaktifkan dengan energi kehidupan / life force yang ada pada tubuh makhluk hidup. Satu-satunya yang bisa melaksanakan rencana gila itu hanya Gul'dan si penyihir.

Akhirnya, pada saat yang disepakati bersama, berangkatlah bangsa Orc dari seluruh suku yang ada secara berbondong-bondong ke tempat di mana Dark Portal berada. Mereka membawa banyak sekali tawanan untuk dijadikan tumbal aktivasi Dark Portal. Sebelum ritual aktivasi dimulai, Gul'dan mengumumkan bahwa karena kurangnya tawanan, kekuatan portal hanya bisa digunakan untuk membawa sebagian kecil dari bangsa Orc yang ada. Namun, Gul'dan yakin bahwa kelompok yang berangkat akan mampu mengumpulkan cukup banyak tawanan untuk dijadikan tumbal. Gul'dan berjanji akan membuka portal dari sisi seberang dan membawa seluruh anggota Horde ke Azeroth.

Demikian sekilas adegan pembuka dari film Warcraft: The Beginning yang diadaptasi dari serial video games dengan judul serupa. Tema sentraL film ini juga serupa dengan video games yang diadaptasi, yaitu pertempuran antara manusia dan para sekutu mereka melawan Orc. Meski demikian, terlalu simplistik jika dikatakan bahwa pihak manusia dan sekutunya adalah jagoan sementara pihak Orc dianggap penjahat.  Bahkan, yang membuat film ini jadi menarik justru konflik internal yang terjadi pada masing-masing pihak. Tidak semua Orc menyetujui ambisi gila Gul'dan si penyihir menjajah Azeroth. Demikian pula di pihak manusia, ada juga diantara mereka yang berbeda pendapat hingga satu sama lain berseteru.

Film ini bisa dibilang film pertama yang menampilkan Orc sebagai bangsa yang juga memiliki tradisi dan peradaban. Orc tidak lagi ditampilkan sebagai makhluk brutal yang tak lebih dari binatang buas, yang bisa dijadikan prajurit bagi para tokoh jahat sebagaimana pernah ditampilkan dalam film film Lord of The Ring. Bagi Orc sejati, tradisi dan kehormatan adalah segala-galanya. Maka, tidak mudah bagi Gul'dan si penyihir untuk memanipulasi mereka. Terkadang terjadi benturan dan konflik akibat cara-cara pragmatis yang digunakan Gul'dan yang ambisius dengan kalangan Orc yang masih teguh memegang tradisi dan kehormatan seperti Durotan, kepala suku Frostwolf dan sahabatnya, Orgrim Doohammer. Terlebih lagi ketika Durotan mengetahui bahwa penyebab hancurnya kampung halaman Orc, Draenor, adalah karena penggunaan Fel Magic.

Para gamers yang pernah memainkan games dari serial Mortal Kombat mungkin akan mengenali sihir yang serupa dengan Fel Magic yang digunakan Gul'dan. Salah satu tokoh yang menggunakan sihir yang bisa digunakan untuk memanipulasi energi kehidupan / life force ini adalah Shang Tsung. Adegan penghisapan life force yang dilakukan Shang Tsung, baik di games Mortal Kombat maupun filmnya, serupa dengan yang dilakukan Gul'dan di film Warcraft ini. life force atau energi kehidupan itu sendiri telah dikenal dengan berbagai macam nama diantaranya, prana, chi, qi, ki, ruach, soul dan lain sebagainya. Sihir serupa juga ditampilkan dalam serial novel Death Gate Cycle, di mana manusia dari ras Sartan menggunakan sihir Necromancy untuk membangkitkan saudara - saudara mereka yang sudah meninggal untuk dipekerjakan di pertambangan. Akibat penggunaan terlarang itu, banyak Sartan yang mati mendadak secara misterius.

Last but not least, ada yang mengatakan bahwa film-film seperti ini merupakan visualisasi Perang Akhir Zaman yang akan terjadi menjelang kiamat nanti. Munculnya Orc dari Dark Portal, bagi sebagian orang, adalah visualisasi kedatangan Ya'juj dan Ma'juj setelah tembok yang menghalangi mereka dengan dunia manusia runtuh. Benar atau tidak persangkaan tersebut, kita mungkin hanya bisa berkata .. wallahu'alam

Semoga bermanfaat


Minggu, 04 Januari 2015

Test Blogging di Smartphone

Yang namanya smartphone tentu berbeda dari hand phone biasa. Selain bias untuk menelepon dan SMS, ternyata banyak feature lain yang bisa dioptimalkan.

Salah satunya ya blogging. Jadi selain bisa menulis di FB alias bikin status, kita juga bisa nge-blog di HP.

Meskipun demikian, saya sih tetap lebih nyaman ngeblog di komputer. Gak tahu kalau yg lain :D

Senin, 10 November 2014

Yang Penting Kuantitas, Bukan Kualitas



Kalau  tidak salah, zaman dahulu saat saya masih kecil, nonton TV harus bayar iuran. Maklum, waktu itu yang ada hanya TVRI, TV Swasta belum tayang. Sehingga, seingat saya, yang namanya TV masih belum ada iklannya. Lalu, sekitar akhir dekade 80an dan awal 90an, mulailah TV Swasta bermnuculan satu demi satu. Meskipun ada iurannya juga, dan lumayan mahal, tv swasta itu juga menayangkan iklan di sela-sela tayangannya. Sehingga, kadang kenikmatan menonton seringkali terganggu lantaran iklan-iklan yang berseliweran di layar kaca tersebut. Bahkan, akhirnya iuran TV swasta pun tidak ada lagi. Konsekwensinya, semua pemasukan stasiun TV swasta itu pun hanya dari iklan-iklan yang ditayangkan.

Namun, karena harus mengejar rating, maka acara-acara tv swasta pun makin aneh bin ajaib. Mengejar sensasi, lupa akan esensi, menguber kuantitas lupa akan kualitas. Efek suatu tayangan pada moralitas, apalagi akidah para pemirsanya, terutama mereka yang masih di bawah umur, tidak lagi penting untuk dipertimbangkan. Mungkin diantara kita masih ingat tayangan gulat ala Smackdown yang menyebabkan tewasnya beberapa anak buah hati orang tuanya? Atau tayangan-tayangan variety show dan sinetron yang sama sekali tidak mendidik dan hanya terkesan cari sensasi?. Ditambah lagi tayangan gossip infotainment yang tidak henti-hentinya mengekspos sensasi para selebritis, termasuk gaya hidup mewah dan kehidupan pribadi mereka? Termasuk pula pernikahan beberapa selebritis dengan biaya yang sangat fantastis di tengah kemeleraatan dan kemiskinan yang masih membelenggu dan membebani sebagian masyarakat kita.  

Teringat kembali perkataan Arswendo Atmowiloto yang mengatakan kalau TV itu yang penting kuantitas, bukan kualitas. Saya sendiri lupa di acara apa dia bicara seperti itu, tapi pada intinya TV itu tidak mementingkan karakter, latar belakang, tingkat pendidikan maupun embel-embel lainnya. Yang penting penontonnya banyak, rating iklannya tinggi dan akhirnya memberikan banyak keuntungan finansial pada stasiun TV yang menayangkan acara tersebut. Apapun alasan atau pembenaran yang diberikan, keuntungan finansial adalah tujuan utamanya.

Tentu tidak semua tayangan TV jelek, masih ada sedikit yang berguna dan bermanfaat, namun sayang ratingnya kurang memadai sehingga tidak diprioritaskan untuk bisa tayang pada jam-jam "prime time". Sangat disayangkan memang.

Perlu disyukuri, sebagaimana seringkali saya pantau di jejaring sosial seperti Facebook, banyak penggunanya yang mengatakan bahwa mereka sudah tidak punya TV lagi di rumahnya. Mereka yang masih punya TV pun sudah mulai membatasi penggunaan "kotak ajaib" tersebut. Hal-hal tersebut, walau masih belum terlalu besar dampaknya bagi masyarakat, sudah harus disyukuri dan diberi apresiasi serta dukungan yang memadai. Semoga di masa mendatang, akan makin banyak orang yang menyadari dampak negatif dari "kotak ajaib" bernama televisi itu dan bisa meminimalisirnya.

Selasa, 11 Februari 2014

[Buku] Kekuatan Memaafkan

Akhirnya buku yang dinanti terbit juga. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Qibla ini ditulis oleh saya dan Mas Yanuardi Syukur. Bermula dari keprihatinan betapa sulitnya manusia memaafkan sesamanya dan masih langkanya buku tentang maaf memaafkan, saya dan mas Yanuardi sepakat bekerja sama menggarap buku tersebut. Buku ini sendiri sempat terbit di salah satu jasa penerbitan indie di Jakarta dan sekarang diterbitkan penerbit Qibla, salah satu imprint dari Buana Ilmu Populer yang masih anggota kelompok Gramedia.

Selama proses menulis, banyak aspek dari maaf memaafkan yang saya temukan yang mungkin merupakan ganjalan bagi manusia untuk memaafkan sesamanya yang bersalah padanya. Semua itu menjadi bahan untuk memperkaya buku ini. Buku ini memang bukan buku pertama tentang maaf memaafkan bukan pula yang terbaik namun Insya Allah salah satu yang paling lengkap meskipun tetap sederhana dan tentu saja tidak menutup adanya kekurangan di sana dan di sini karena kedua penulisnya hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan dosa.

Mungkin yang paling menarik dalam buku ini, setidaknya menurut saya, adalah adanya bahasan tentang Qishash atau hukuman mati dalam Islam dan kaitannya dengan memaafkan. Dengan pengetahuan syariat yang tentunya masih terbatas saya mencoba menguraikan hikmah di balik syariat yang masih seringkali disalahpahami, baik oleh orang Islam sendiri maupun yang beragama lain. Berawal dari ceramah yang pernah disampaikan ustadz Wahfiuddin MBA di masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng dan acara Midnight Live di Metro TV episode "Pembunuh Bayaran" yang mengisahkan lika-liku kehidupan para pembunuh bayaran dan menampilkan tokoh mantan penjahat yang kini aktif berdakwah yaitu Anton Medan.

Terakhir kali saya mampir ke Gramedia Plaza Semanggi dan Mall Ambasador, Kuningan, stok buku ini masih cukup banyak. Semoga teman-teman bisa mendapatkan buku ini sebelum kehabisan :)

Akhir kata, bagi para pembaca sekalian saya ucapkan membaca. Bagi mereka yang belum mampu memaafkan sesamanya, semoga buku ini dapat menjadi salah satu tetesan air yang mampu melunakkan hati yang keras membeku agar bisa memaafkan sesamanya

Semoga bermanfaat

Rabu, 13 November 2013

Tiga Kelompok Manusia Menurut Ibrahim Elfiky

Dalam pandangan Dr. Ibrahim Elfiky, seorang motivator dan penulis buku yang juga pernah menjadi atlet tenis meja dan direktur sebuah hotel mewah, manusia terbagi menjadi tiga kelompok:

Kelompok pertama adalah orang-orang yang sukses dalam seluruh area kehidupan mereka. Penghasilan mereka cukup besar dan karir mereka cemerlang dan menjanjikan. Secara spiritual mereka dekat dengan Tuhan dan senang berbagi pada sesama manusia yang membutuhkan. Secara fisk, mereka cukup berolah raga, cukup istirahat dan hanya mengonsumsi makanan-makanan yang menyehatkan. Secara sosial, mereka membina hubungan baik dengan orang-orang yang menjadi sahabat mereka dengan hubungan yang saling menguntungkan.

Kelompok kedua adalah kelompok yang oleh Ibrahim disebut sebagai orang-orang yang hanya sukses di bidang pekerjaannya saja. Mereka memiliki karir yang tinggi serta penghasilan yang juga tidak kalah besarnya dengan kelompok pertama. Namun, orang-orang dari kelompok ini memiliki banyak masalah di area lain dalam kehidupannya. Banyak dari mereka yang seringkali jatuh sakit, tidak pernah atau jarang berolah raga serta memiliki gaya hidup yang sangat tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi makanan atau minuman yang merusak kesehatan. Secara sosial mereka memiliki banyak musuh yang terdiri dari orang-orang yang mereka sakiti hatinya.

Kelompok ketiga adalah orang-orang yang menyia-nyiakan hidupnya. Mereka menganggur atau hanya memiliki penghasilan pas-pasan sekedar untuk mempertahankan hidup. Mereka juga terjebak pada gaya hidup tidak sehat seperti pada kelompok kedua seperti merokok dan enggan berolah raga. Mreka juga tidak tahu bagaimana meningkatkan taraf hidup mereka dan secara mental enggan untuk berubah dan memperbaiki diri. Banyak orang dari kalangan menengah ke bawah yang termasuk dalam kelompok ketiga ini.

Ketiga kelompok manusia ini ada di sekitar kita. Kita memiliki pilihan mau jadi bagian dari kelompok yang mana, apakah yang pertama, kedua atau yang ketiga. Memang, jika kita sudah terjebak dalam pola dan gaya hidup yang kurang baik, bukan hal mudah utnuk mengubahnya. Namun, jika kita tidak melakukannya, tidak ada orang yang bisa melakukannya untuk kita.

Semoga bermanfaat

Referensi: Jangan Tunda Sukses, Dr. Ibrahim Elfiky, Penerbit Hikmah

Tulisan ini sudah pernah dimuat di situs baruseru.com

Kamis, 15 Agustus 2013

[Power of Life] Menjaga Kejernihan Hati

Alkisah di sebuah kota kecil ada seorang gadis kecil yang pandai menari. Gadis berumur 8 tahun itu telah meraih banyak sekali piagam penghargaan dan piala sebagai pengakuan atas kemampuannya menari. Gadis kecil itu telah menjadi kebanggaan bagi keluarga dan warga kota tersebut. Si gadis penari itu juga sering tampil di berbagai acara untuk menunjukkan kebolehannya menari, baik di kota tersebut atau di kota-kota lain.

Pada suatu hari datanglah seorang maestro tari ke kota tempat tinggal si gadis. Si gadis penari tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut. Setelah berusaha keras, si gadis pun berhasil menemui sang maestro dan memintanya menilai tariannya. Saat sedang menari, tiba-tiba sang maestro pergi begitu saja meninggalkan si gadis. Si gadis sangat kecewa dan menghentikan tariannya, dia pun lalu berlari pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, dia membuang semua piagam penghargaan dan piala yang dia peroleh dan berhenti berlatih menari.

Sepuluh tahun kemudian, maestro yang sama datang kembali ke kota tersebut. Si gadis sekali lagi berusaha menemuinya dan mengingatkannya pada kejadian sepuluh tahun yang lalu. Sang maestro berpikir sejenak dan mengatakan bahwa dia ingat pada gadis kecil yang menari di hadapannya saat itu. Maestro tersebut juga mengatakan bahwa dia sangat kagum pada tarian yang dibawakan si gadis. Saat ditanya mengapa dia pergi begitu saja saat si gadis kecil menari, sang maestro mengatakan bahwa dia hendak mengambil kartu namanya dan saat dia kembali saat itu, gadis itu sudah tidak ada di tempatnya. Sungguh sangat disayangkan.

Kisah di atas merupakan sebuah ilustrasi dari kejadian yang bisa menimpa orang yang hatinya kurang jernih dan sempit pandangan. Orang-orang seperti itu seringkali terlalu cepat mengambil kesimpulan dari suatu kejadian yang kurang menyenangkan. Akhirnya, orang-orang seperti itu sangat mudah mengalami kerugian dan sulit meningkatkan kualitas kehidupannya. Orang-orang seperti itu biasanya arang memperbaharui diri hingga lemah jiwanya dan tidak berkembang mengikuti perkembangan usianya.

Tips untuk berlatih menjernihkan hati dari Mbak Niek:

1. Berlatih untuk diam dan belajar tidak mudah berkomentar, mengeluarkan statement atau bicara yang tidak perlu. Jika kita tergoda untuk berkomentar, jangan langsung bereaksi atau berkomentar. Belajarlah untuk peka terhadap kapan harus bicara atau kapan harus diam.

2. Rileks, jika mungkin masuki kondisi alpha, lalu berdiri dan tarik nafas 9x lalu duduk rileks dan lakukan afirmasi seperti berikut: "Semakin hari semakin sehat semakin jernih semakin hari hati saya semakin bening" berkali-kali sambil bayangkan anda sudah menjadi pribadi yan bening hati. Orang yang bening hatinya akan memancarkan keindahan dari dalam, body language dan auranya positif serta lebih mudah dekat pada tuhan. Kita perlu waktu khusus untuk melakukan latihan seperti itu.

3. Meningkatkan religiusitas agar bisa lebih dekat pada Tuhan. Untuk itu kita harus mempelajari syariat dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jika untuk melakukan ibadah ritual yang wajibsaja sudah berat, maka kita perlu mengoreksi kedekatan kita dengan Tuhan agar bisa menjernihkan hati.

4. Bergabung dengan lingkungan atau komunitas yang membuat anda konsisten di jalan anda karena kendala bisa mengubah fisiologi dan mood anda. Teman-teman di komunitas-komunitas yang positif akan menguatkan anda. Anda juga bisa membuat group di situs-situs jejaring sosial dengan tujuan dan konten yang positif.

5. Menghindari lingkungan yang buruk jika anda belum memiliki kekuatan mental dan pengaruh yang bisa mewarnai mereka.

 Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life edisi 13 Agustus 2013 di radio Sindo Trijaya 104.6 FM
Narasumber: Nikmah Nursyam (mbak Niek)

Jumat, 27 Juli 2012

Menulis yang Menyembuhkan


Tahun 2007, sesudah Pilkada DKI Jakarta, aku mulai mencoba menuliskan apa saja yang ingin kutuliskan ke dalam sebuah blog. Aku sendiri mengetahui bagaimana cara membuat dan menulis di media tersebut dari sebuah majalah komputer yang kubeli di toko buku. Memang, saat itu tulisan-tulisanku masih kaku dan bahasanya belum mengalir sehingga kurang bisa dinikmati pembacanya. Namun, aku tidak menyerah dan tetap menulis dan menulis. Tulisanku mengalami kemajuan pada tahun 2009 karena pengalaman pribadi yang kualami. Bukan pengalaman yang menyenangkan meamng, namun dari sanalah kutemukan passion-ku pada dunia tulis menulis. Setiap kali berhasil menyelesaikan satu tulisan, kurasakan adanya kesembuhan dalam diriku. Ada perasaan lega seakan beban di pundak terlepaskan dan kebahagiaan bisa berbagi dengan orang lain. Semoga semua menjadi bagian dari amal shalehku dan sebagai bekal di kehidupan abadi nanti.

Dalam beberapa tulisanku, kuceritakan kisah-kisah penyembuhan yang kulakukan semampuku sebagai seorang manusia yang lemah dan tiada daya upaya melainkan atas perkenan dan izinNya. Aku memang memiliki semacam passion untuk melakukan penyembuhan walau aku bukan orang yang secara khusus belajar di bidang kesehatan dan kedokteran. Aku hanya mengandalkan teknik EFT dan Quantum Touch yang pernah kupelajari, baik dari training ataupun dari sesama relawan. Walaupun demikian, sudah cukup banyak orang yang terbantu oleh kemampuanku itu, walaupun tidak semua memberi hasil yang memuaskan. Dalam suatu event pendidikan untuk anak-anak dhuafa, aku pernah menterapi lebih dari 10 orang anak. Saat mengikuti event tersebut, cukup banyak anak yang sakit dan memerlukan pertolongan agar bisa sembuh. Pernah pula seorang anak tetangga tangannya bengkak entah karena apa, kucoba terapi dengan teknik Quantum Touch yang kupelajari dari sesama relawan saat bertugas di Padang ketika terjadi gempa besar tahun 2009 lalu. Beberapa kegiatan baksos penyembuhan non medis yang pernah kuikuti juga pernah kuceritakan di blogku. 



Selain sharing tentang penyembuhan, aku juga suka menulis untuk membagi teknik - teknik dan metode penyembuhan yang kuketahui. Walaupun belum layak disebut trainer karean pengalamanku yang masih minim, aku tetap menuliskan teknik dan metode tersebut. Harapanku, makin banyak orang yang bisa mempelajari penyembuhan alami teresebut sehingga tidak terlalu tergantung pada penyembuhan medis yang mahal dan punya banyak efek samping yang kurang baik bagi kesehatan. Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, pernah mengatakan dalam bukunya yang berjudul Quantum Touch,  "All healing is Self Healing (semua penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri)'. Diri kitalah yang seharusnya menjadi "penyembuh" bagi kita, bukan dokter, perawat, tabib atau yang lainnya. Dengan tidak menafikan bantuan dan dukungan pihak lain, kesehatan dan penyembuhan kita hendaknya menjadi tanggung jawab kita sendiri. Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah.  Saya pun masih terus belajar.  Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.


Sebagai seorang yang awam terhadap spesifikasi teknis komputer, tentu aku tidak tahu banyak tentang kandungan teknis dari Sony VAIO E14P Calm & Independent. Namun, warna putih dengan semburat biru yang menenangkan tentu cocok untuk siapa pun yang mencintai kegiatan yang bermanfaat dan menyembuhkan seperti menulis. Warna tersebut mengingatkan siapapun yang melihatnya pada awan-awan putih di langit yang biru yang menyiratkan harapan dan impian. Sebagaimana impian dan harapanku membantu menyembuhkan sebanyak mungkin orang melalui tulisan dan penyembuhan.

tulisan ini diikutkan dalam lomba BecauseIt’sMe yang diselenggarakan femaledaily

Sabtu, 14 Juli 2012

Berjilbab Tapi Kok Merokok?

Salah satu fenomena yang sangat memperihatinkan saat ini adalah semakin banyaknya kaum perempuan yang merokok. Bahkan, menurut situs tempo.co, jumlah perokok perempuan meningkat empat kali lipat pada rentang waktu 1995-2007. Tahun 2007, ada 4,8 juta perempuan perokok dari yang sebelumnya hanya 1,1 juta perokok pada tahun 1995. Dari banyak perempuan yang merokok itu, bukan tidak mungkin ada yang sudah menutup auratnya. Namun, mereka yang sudah menutup aurat itu belum mampu menghentikan kecanduannya merokok. Sehingga, akhirnya kita pun menyaksikan sebuah tabrakan kepentingan antara yang baik dan yang buruk. Jilbab tetap dikenakan dan rokok pun tetap dihisap dan asapnya tetap dihembuskan.

Sebelum terjadi polemik berkepanjangan, mari sama-sama kita dudukkan persoalan ini pada tempatnya. Banyak orang yang mengganggap bahwa para perempuan berjilbab itu tingkat kesuciannya sudah setingkat di bawah malaikat bersayap atau para bidadari dalam surga. Sehingga, banyak diantara mereka yang terkejut ketika menyaksikan ada perempuan berjilbab yang melakukan hal-hal yang kurang baik seperti merokok. Anggapan itu pula yang membuat banyak muslimah enggan berjilbab karena merasa diri belum cukup "suci" untuk melakukan kewajiban itu. "Sebaiknya saya menjilbabi hati saya dulu deh" demikian kata sebagian dari mereka.

Jilbab, hijab dan menutup aurat adalah kewajiban bagi kaum muslimah. Hijab adalah bagian dari syariat Islam yang harus dilaksanakan oleh para penganut agama tersebut. Hijab adalah masalah lahiriah yang dapat dilihat dengan mata kepala manusia. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” demikian firman Allah SWT dalam QS. Al Ahzab: 59. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, dikisahkan bahwasanya Asma` binti Abubakar telah masuk ke ruangan Nabi SAW dengan berpakaian tipis/transparan, lalu Rasulullah SAW berpaling seraya bersabda : "Wahai Asma` sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) tidak boleh baginya untuk menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini (Rasulullah menunjuk muka dan telapak tangan)." (HR. Abu Dawud)

Adapun hati atau qolbu adalah masalah batin yang tidak tercapai oleh mata kepala manusia. hanya Allah SWT dan manusia itu sendirilah yang tahu isi hatinya. Bahkan, yang mampu membolak balik hati hanya Allah SWT, bukan manusia itu sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya semua hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari ar-Rahman (Allah Ta’ala), seperti hati yang satu, yang Dia akan membolak-balikkan hati tersebut sesuai dengan kehendak-Nya”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Wahai Allah Yang membolak-balikkan hati (manusia), palingkanlah hati kami untuk (selalu) taat kepada-Mu" Hadits Sahih Riwayat Muslim (no. 2654). Allah SWT hanya akan meneguhkan hati mereka yang rajin menyucikan jiwanya melalui proses tazkiyatun nafs dan yang sungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan syariatNya dalam kehidupan. Termasuk di dalam pengamalan syariat itu adalah dengan berhijab dan menutup aurat. Sehingga, amat sangat mungkin terjadi adanya muslimah yang sudah berhijab atau berjilbab namun masih suka merokok atau melakukan hal-hal yang kurang baik lainnya. Semua itu memang manusiawi namun bukan berarti tidak perlu diperbaiki.

Maka, bisa jadi ada seorang muslimah yang sebelum berhijab sudah merokok. Dia bisa saja merokok untuk mengalihkan perhatiannya dari persoalan hidup sehari-hari atau karena pergaulan. Saat sudah berhijab, bukan lantas dia otomatis bisa meninggalkan kecanduan merokoknya. Orang itu masih harus mengatasi kecanduan tersebut, bisa dengan konseling, terapi-terapi tertentu seperti EFT (Emotional Freedom Technique) atau dengan memaksa diri untuk tidak merokok. Belum lagi masalah-maasalah psikologis lainnya yang juga harus diselesaikan, yang mendorong orang itu menjadi perokok. Namun yang jelas, sambil berusaha mengatasi semua masalah tersebut, si muslimah tetap bisa dan tetap harus berhijab untuk menutup auratnya sesuai tuntunan syariah. Tidak perlu menunggu sampai semua masalah teratasi baru berhijab karena hidup itu sendiri kumpulan persoalan dan masalah. 
 
Manusia adalah makhluk yang kompleks karena meliputi tubuh, jiwa dan pikiran. Manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan perbuatan dosa dan kesalahan. Manusia yang baik adalah manusia yang penuh dosa dan banyak berbuat salah namun bersedia memperbaiki semua kesalahan tersebut semaksimal mungkin. Jilbab dan simbol-simbol keagamaan yang dikenakan seseorang hendaknya dijadikan sebagai bagian dari motivasi untuk memperbaiki dirinya. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu"; maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti" [QS. Ali Imran: 193].


Semoga bermanfaat


Related Links

Jilbab Lebih Menjaga Dirimu


Kebebasan Wanita Jilid 1

Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT

Rabu, 23 Mei 2012

[Sosial] Bon Kosong dan Kerentanan Sosial

Sebut saja namanya Udin.  Seorang pemuda yang hanya lulusan SMP ini beruntung mendapat pekerjaan sebagai seorang office boy di sebuah kantor.  Salah satu tugas Udin adalah memfotokopi berkas-berkas dari kantor.  Memang, selain gaji bulanan, Udin juga dapat uang makan dan tunjangan lainnya walau tidak terlalu besar.  Namun, karena banyaknya dokumen yang harus difotocopy, Udin kadang terpaksa menggunakan uangnya sendiri terlebih dahulu untuk membayar biaya fotokopi untuk kemudian ditagihkan ke bagian keuangan di kantornya.  Untuk bisa mendapat penggantian itu, Udin harus memberikan bukti berupa bon dari kios fotokopi langganan kantor.  Namun, karena pengaruh lingkungan yang kurang baik dan kecanduannya akan rokok, Udin mulai berbuat curang.  Saat melaksanakan tugasnya untuk memfotocopi dokumen-dokumen kantor, dia meminta pada operator dibuatkan bon kosong. Bon itu dia isi sendiri agar ada uang lebih yang bisa dia kantongi.  Udin memang seorang sudah lama menjadi seorang perokok sehingga dengan uang mark-up itu dia bisa membeli rokok tanpa harus mengurangi gaji dan uang makan. Manipulasi tersebut berlangsung lancar dalam waktu cukup lama. Namun, seperti kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, terjadilah sesuatu yang ada di luar perhitungan Udin.  Ibu Ani, kepala bagian keuangan di kantor tersebut, menemukan sebuah bon kosong yang benar-benar kosong.  Tidak ada sedikitpun angka yang tertera di sana.  Karena curiga, Ibu Ani pun memanggil Udin dan menanyakan perihal bon kosong itu.  Udin tidak bisa mengelak dan terpaksa mengakui perbuatannya. Udin pun dipecat dari pekerjaannya dan sampai sekarang dia masih menganggur.  Ijazahnya yang hanya sampai SMP dan kredibiltasnya yang sudah tercoreng gara-gara markup bon kosong yang dilakukannya membuat Udin kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.

Lain lagi dengan Raihan. PEmuda yang sudah lama menganggur itu suatu saat melihat pengumuman penerimaan pegawai di salah satu warnet yang menjadi langganannya.  Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengatakan ingin bekerja di sana.  Setelah diwawancarai dan diuji kemampuannya mengoperasikan komputer, Raihan pun diterima di sana.  Memang, mula-mula Raihan merasa enjoy bekerja di sana walaupun pekerjaannya tidak terlalu bergengsi. Yang penting kantongnya terisi uang lagi walau tidak terllau tebal. Namun sayang seribu sayang, setelah beberapa lama bekerja, Raihan mulai merasakan adanya sesuatu yagn tidak beres.  BAnyak para pelanggan yang meminta dibuatkan bon kosong.  Termasuk orang-orang yang bekarja di sebuah proyek Superblok yang sedang berlangsung di dekat warnet tempat Raihan bekerja.  Raihan memang dapat memahami bahwa para pekerja tersebut mengganggap meminta dibuatkan bon kosong bukanlah kejahatan serius.  Toh para pemilik modal di Mega Proyek Superblok itu masih punya banyak uang, begitu pikir mereka.  Namun, yang paling menyiksa batin Raihan adalah rasa berdosa yang timbul setiap kali dia terpaksa melakukan hal buruk tersebut.

Sebagai seorang pemuda yang cukup memahami ajaran agamanya yaitu Islam, Raihan tahu bahwa memberikan kesaksian palsu, termasuk dalam bentuk bon kosong, adalah dosa besar.  Tidak peduli apakah selisih antara jumlah uang yang tertera dalam bon tersebut dan jumlah sebenarnya sedikit atau banyak.  Apakah selisihnya hanya 5000 rupiah atau 5 juta rupiah, keduanya sama-sama dosa besar.  Memang, kadang Raihan berhasil menolak membuatkan bon kosong itu walaupun dengan perjuangan yang alot, namun terkadang dia gagal.  Dengan berat hati, dia pun terpaksa menandatangani sebagian bon kosong tersebut, apalagi saat si klien sudah mengancam.  Akhirnya, dengan berat hati Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengundurkan diri dari pekerjaannya.  Raihan pun kini terpaksa kembali mengisi hari harinya dengan perjuangan mencari pekerjaan yang sesuai.

Kedua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ini masih budaya meremehkan hal-hal buruk yang dianggap kecil.  Kita seringkali lupa bahwa bencana dan kerusakan besar selalu dimulai dari hal-hal yang kecil.  Pak Ahyudin, presiden Aksi Cepat Tanggap, sebuah lembaga sosial yang biasa menangani bencana-bencana yang terjadi di Indonesia, mengatakan bahwa bencana sebesar apapun berawal dari kerentanan, baik kerentanan alam ataupun kerentanan sosial. Jika kerentanan-kerentanan itu dianggap remeh dan tidak segera diatasi, bencana dan kerusakan yang lebih besar akan menanti.  Korupsi kecil-kecilan dengan modus bon kosong seperti pada beberapa ilustrasi di atas adalah contoh kerentanan sosial yang seringkali diremehkan.  Kejahatan seperti itu pada akhirnya membawa bencana kepada si pelaku dan orang-orang yang dekat dengannya.  Ada pula yang akhirnya dipecat dan ada pula yang mengundurkan diri karena tidak tahan menahan rasa sakit hati dan perasaan berdosa yang dalam. Banyak pula yang terjerumus ke dalam dunia hitam kejahatan karena sudah terlalu sakit hati, frustasi dan putus asa. 

Budaya korupsi memang sudah menjangkiti negeri ini sampai ke tingkat strata sosial terendah.  Jika seorang office boy saja bisa melakukan korupsi dan manipulasi dengan modus bon kosong seperti pada kisah-kisah di atas, apalagi yang tingkatnya lebih tinggi. Jika seorang office boy bisa memanipulasi tagihan dengan segala cara, termasuk dengan bon kosong, maka seoerang pejabat tinggi bisa lebih leluasa lagi melakukan kejahatan seperti itu.  Hanya dengan coretan tanda tangannya, proyek yang sebenarnya bermasalah atau diragukan urgensinya untuk kepentingan masyarakat bisa lolos dan dilaksanakan.  Akibatnya, beban keuangan yang ditanggung negara makin berat, rakyat makin banyak yang miskin dan kerentanan sosial yang berpotensi menimbulkan bencana makin meluas. Sudah saatnya masyarakat bangkit dan melawan budaya korup, markup dan bon kosong seperti yang terjadi selama ini agar tidak menimbulkan bencana-bencana yang besar dan menimbulkan kerugian berat di kemudian hari.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Tarbiyah Finansial, Dwi Swiknyo, Diva Press
Pemimpin Negeri Bencana 




Dipersembahkan oleh Distromuslim dot net

Minggu, 15 April 2012

[Sosial] Generasi Instant Pemuja Kesenangan

"Kita usahakan agar mereka tidak merasa terjajah, baik secara pemikiran maupun tingkah laku.  Sehingga, satu saaat mereka akan sadar uang dan sadar waktu"  demikian kata seorang pengurus Komunitas Anak Langit di Tangerang saat diliput oleh sebuah stasiun TV Swasta.  Komunitas ini memperhatikan dan mengurusi anak-anak jalanan di daerah Tangerang dan sekitarnya.  Mereka bermarkas di bantaran kali Cisadane, dalam bangunan kayu nan sederhana.  Kata-kata yang diucapkan kakak pengurus komunitas tersebut mengingatkan kita pada anak-anak yang seringkali menyambangi warnet-warnet yang ada games online-nya.  Games online seperti Ragnarok, Cross Fire, Counter Strike, Point Blank, Audition Ayodance, Warcraft III dan sebagainya memang sangat digemari oleh anak-anak SD dan SMP, bahkan SMA.  Bahkan ada diantara mereka yang hampir setiap hari menyambangi warnet-warnet tersebut untuk bermain.   Sampai para operator, termasuk yang belum lama bekerja di warnet-warnet itu, bisa segera hafal nama, muka dan karakter mereka.  Tidak tanggung-tanggung pula, terkadang ada diantara mereka yang bisa menghabiskan waktu antara 3 sampai 5 jam sekali main.  Seakan-akan, permainan-permainan online itu telah menjadi kebutuhan paling utama dalam hidup mereka. 

Anak-anak itu seakan tidak sabar dan sulit menahan hasrat untuk segera memainkan permainan virtual yang ada di computer-computer tersebut.  Mereka terkadang datang masih dengan pakaian seragam sekolah.  Seakan ada deep and powerfull sense of urgency dalam diri mereka untuk segera melarutkan diri ke dalam "dunia lain" yang ada dalam komputer-komputer tersebut.  Apabila belum kebagian giliran main, mereka terus menerus bertanya pada operator kapan komputer nomor sekian dan sekian selesai.  Tidak peduli apakah si operator sedang senggang sehingga mudah mengecek computer tertentu atau sedang sangat sibuk melayani klien lain yang minta print out dan sebagainya.  Seakan tidak ada sedikitpun tenggang rasa pada operator yang sedang kerepotan dengan permintaan klien warnet yang lain.  Entah apakah yang seperti itu sudah sampai ke tingkat yang sama dengan “sakaw" karena ketagihan narkotika atau belum. 

Keluarga dan sekolah bahkan kegiatan ibadah keagamaan serta hal-hal lain yang sesungguhnya lebih bermanfaat seakan-akan tidak menjadi prioritas dalam kehidupan mereka.  Ada yang pagi sebelum masuk sekolah siang sudah tenggelam dalam permainan itu dan sorenya balik lagi ke warnet untuk main lagi.  Ada juga yang sampai bolos dan lebih memilih main games online daripada belajar di sekolah.  Ada pula yang malah main beberapa jam padahal sudah hampir masuk waktu sholat yang relative singkat seperti Maghrib.  Sudah hampir dipastikan, waktu sholat saat itu akan terlewatkan.  Yang lebih menyedihkan lagi, terlewatnya waktu sholat wajib itu seakan akan dilalui tanpa ada rasa berdosa atau bersalah sedikitpun.  Yang penting bagi mereka, main games online jalan terus.  Terkadang, ada orang tua yang bahkan sampai menelepon atau mendatangi warnet-warnet tersebut untuk mencari anaknya. 

Yang tidak kalah memperihatinkan adalah adalah tingkah laku dan akhlak mereka.  Entah apakah kekasaran itu karena games-games online yang sebagiannya penuh kekerasan itu atau lebih karena pengaruh lingkungan.  Anak anak itu seakan belum puas kalau belum membodoh-bodohi teman-teman mereka.  Kata-kata kasar seperti (maaf) dongo, bego, goblok dan yang serupa dilontarkan tanpa ada beban moral sama sekali.  Nama-nama penghuni kebon binatang dan nama benda yang (maaf) dibuang orang sebagai sisa metabolisme tubuh seringkali pula terlontar dari mulut kecil mereka.  Semua itu seakan terlontar tanpa beban sama sekali.  Bahkan terkadang ada juga yang sampai berkelahi di dalam atau sekitar warnet.

Bercermin dari refleksi yang dikemukakan kakak pengurus komunitas Anak Langit di awal tulisan ini, anak-anak penggemar game online itu sangat mungkin termasuk mereka yang terjajah baik secara pemikiran maupun tingkah laku.  Mereka bisa jadi termasuk yang terintimidasi baik oleh anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa.  Mereka pun sangat mungkin terintimidasi oleh prestasi akademik mereka sendiri, pada nilai-nilai yang mereka dapatkan di sekolah.  Tentu sulit bagi kita mengharapkan mereka akan mampu berkonsentrasi dan menyerap pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah.  Sangat mungkin saat berada di kelas, pikiran dan jiwa mereka justru terpatri di warnet.  Mereka mungkin lebih memikirkan bagaimana agar bisa memenangkan permainan-permainan elektronik itu daripada berkonsentrasi dan menyimak pelajaran di sekolah. 

Hal itu bisa menyebabkan terjadinya vicious circle atau lingkaran setan yang tidak berkesudahan.  Saat prestasi akademis mereka menurun, mereka pun semakin merasa tertekan baik oleh sekolah, keluarga maupun masyarakat.  Dan pelarian dari ketidaknyamanan emosional akibat perasaan terjajah itu apa lagi jika bukan permainan games online yang biasa mereka mainkan.  Saat bermain itulah mereka merasakan kelegaan sesaat dari berbagai tekanan.  Baik yang timbul tuntutan atas prestasi akademik atau dari berbagai intimidasi mereka yang lebih dewasa.  Dalam dunia yang "lain" itu mereka dapat menjadi tentara-tentara yang gagah dengan senjata mematikan di tangan.  Kehidupan sehari-hari, yang mungkin kurang menyenangkan bagi mereka, terlupakan sudah saat tenggelam dalam permainan itu.  Mungkin hanya di "dunia lain" itulah mereka merasa dipahami, dihargai dan diberi cukup apresiasi. 

Steven Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People dan The 8th Habit, menyatakan bahwa kebutuhan jiwa untuk dipahami secara empatik sama pentingnya seperti oksigen bagi tubuh manusia.  Arvan Pradiyansyah, penulis buku You are not Alone dan beberapa buku laris lainnya, mengatakan bahwa kebutuhan emosional tertinggi manusia adalah dipahami.  Anak-anak yang merasa terjajah dan terintimidasi, yang tidak merasa dipahami dengan baik dan tidak cukup dihargai akan mencari pelarian dan pelampiasan.  Salah satu bentuk pelampiasan itu adalah dengan bermain games online.   

Anak anak adalah cermin, cermin dari kehidupan itu sendiri. Mungkin banyak diantara kita yang masih ingat dengan dongeng Emperor's New Clothes atau Baju Baru sang Kaisar.  Seorang Kaisar yang senang berganti-ganti baju kebesaran suatu ketika ditipu dua orang penipu.  Mereka mengatakan bahwa pakaian yang akan mereka buat hanya bisa dilihat orang pintar dan cerdas.  Pada saat dipamerkan, seorang anak berteriak dan mengatakan bahwa sang Kaisar telanjang.  Tingkah laku anak-anak di warnet itu seakan menelanjangi kita semua akan tingkah laku kita sendiri.  Tinggal kini apakah kita akan jujur dengan apa yang terefleksikan dari cermin cermin kecil itu ataukah kita akan terus bersembunyi di balik sejuta satu dalih yang muncul dari ego dan pikiran kita sendiri. 

Children, little children
we've tried to do our best
we are, little children,
we make mistake like all the rest

Selasa, 10 April 2012

[Dunia Ghoib] Sihir dan Interaksi Energi bagian 1

Salah satu dosa besar yang bisa mencelakan pelakunya di dunia dan akhirat adalah sihir.  Sihir adalah sejenis interaksi energi.  Tidak speerti mukjizat, karamah ataupun maunah, sihir bisa dipelajari, dilatih dan dipraktekkan.  Namun, semua itu tentu ada persyaratan yagn harus dipenuhi dan harga yang harus dibayar.  Orang yang ingi menjadi ahli sihir harus merendahkan dirinya pada para jin yang akan membantunya selama mempraktekkan sihir.  Dengan kata lain, si kandidat penyihir itu harus menyesuaikan vibrasi energinya dengan para jin.  Energi manusia tidak memungkinkan untuk melakukan sihir.  Bahkan, ketidakmampuan manusia melakukan sihir sesungguhnya adalah bukti kemuliaannya sebagai makhluk yang dipilih sebagai khalifah di muka bumi.  Namun, ego dan hawa nafsu manusia yang selalu ingin dipuaskan menyebabkan sebagian manusia bersekutu dengan jin untuk memperoleh keingannnya melalui jalan sihir.  Kalau di Nusantara ini ada istilah pesugihan, maka di Barat ada istilah "sell your soul to the Devil".  Cara merendahkan diri dan vibrasi energi tersebut antara lain membaca mantra-mantra tertentu, menggunakan jimat, melakukan ritual sesat dan lain sebagainya.  Dengan melakukan hal-hal tersebut, seorang calon ahli sihir telah merendahkan dirinya menjadi budak para jin tersebut. "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (Al-Jin 72:6)

Salah satu kisah para tukang sihir yang paling terkenal dalam sejarah adalah kisah para tukang sihir Firaun saat berhadapan dengan nabi Musa.  Para tukang sihir tersebut adalah bagian yang paling penting dalam pemerintahan firaun.  Merekalah yang membuat rakyat menganggap Firaun sebagai Tuhan sehingga untuk urusan gaji, tunjangan dan kesejahteraan tentu saja mereka dapat yang paling banyak dan paling menyenangkan.  Namun, sesudah dikalahkan oleh Nabi Musa, melalui mukjizat beliau yang terjadi atas izin Allah SWT, para tukang sihir itu pun tunduk.  Mereka juga menyatakan keimanan mereka pada Allah SWT dan mengakui Musa AS sebagai Nabi. Mereka pun sama sekali tidak takut pada ancaman Firaun. 

Apakah yang menyebabkan mereka serta merta meninggalkan profesi paling bergengsi dalam pemerintahan Firaun tersebut, meninggalkan semua fasilitas mewah yang disediakan dan dengan gagah berani menghadapi hukuman mengerikan yang ditimpakan pada mereka? Di luar faktor hidayah yang memang merupakan hak prerogatif Allah SWT, ada faktor penting yang bisa menjadi motivasi mereka meninggalkan profesi terkutuk tersbut.  Saat berhadapan dengan Nabi Musa, mereka menyadari bahwa yang ditunjukkan Nabi Musa adalah benar mukjizat dan bukanlah sihir.  Mereka bisa merasakan perbedaan energi antara mukjizat Nabi Musa dan sihir mereka sendiri.  Biasanya, orang-orang yang menjadi ahli sihir adalah mereka yang peka terhadap perubahan energi, baik faktor bakat ataupun karena latihan.  Pengunduran diri para ahli sihir tersebut sangat mengguncangkan dan menggoyahkan kekuasaan dan kepercayaan diri Firaun. Ditambah lagi beragam bencana mengerikan yang melanda Mesir, Firaun pun tidak punya pilihan lain kecuali membiarkan Bani Israil meninggalkan negerinya. 

Ironisnya, kaum Bani Israil yang dibela Nabi Musa malah melestarikan sihir tersebut.  Sebagian dari mereka ada yang diam-diam membawa catatan-catatan ilmu sihir tersebut saat meninggalkan negeri Mesir.  Tentu dalam keadaan terburu-buru hendak melarikan diri keluar dari Mesir, Nabi Musa dan Nabi Harun tidak akan sempat melakukan razia terhadap catatan-catatan sihir tersebut.  Mereka harus segera keluar dari Negeri Mesir sebelum Firaun berubah pikiran.  Dan benar memang, setelah beberapa Bani Israil berjalan cukup jauh dari Mesir, Firaun pun memerintahkan tentaranya mengejar mereka.  Allah SWT pun memberikan pertolonganNYa hingga Nabi Musa, Nabi Harun dan Bani Israil selamat menyebarangi laut Merah sementara Firaun dan para tentaranya tenggelam di sana.

Keengganan Bani Israil untuk mengikuti Musa dan Harun serta mental terjajah mereka mulai terlihat saat mereka minta dibuatkan patung untuk disembah. Saat dalam perjalanan, mereka melihat sekelompok orang sedang menyembah berhala dan meminta Musa membuatkan bagi mereka berhala yang serupa.  Nabi Musa sangat marah mendengar permintaan itu. Marahnya seorang Rasul semata-mata karena Allah. Marah karena Tuhannya yang Mahasuci, dan dia cemburu kalau Tuhannya dipersekutukan oleh kaumnya! Maka,diamelontarkan perkataan yang sangat cocok untuk menampik permintaan yang aneh itu.   “Musa menjawab, ‘Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).” (QS. Al-A’raf: 138).  Musa a.s. masih menerangkan kepada kaumnya akan buruknya akibat permintaan mereka itu, dengan menjelaskan akibat buruk yang bakal menimpa kaum yang melihat-lihat sedang menyembah berhala-berhala itu yang hendak mereka ikuti.  “Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akal batal apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 139).  Musa AS pun dengan tegas menolak permintaan tersebut dengan berkata “Musa menjawab, ‘Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.” (QS. Al-A’raf: 140).  Namun sayang, bukannya belajar dari teguran Nabi Musa, mereka malah terus berusaha mencari Tuhan selain Allah SWT. Saat Musa AS pergi ke gunung Sinai untuk menerima wahyu, kaumnya malah membuat patung anak sapi yang serupa dengan salah satu dewi pagan Mesir, Hathor.  Setelah selasai dibuat mereka pun bersuka ria, menari berputar-putar dan melampiaskan hawa nafsu mereka.  Akibat perbuatan dosa tersebut, Bani Israil pun selama bertahun-tahun hidup dalam penindasan bangsa-bangsa penyembah berhala seperti Assyiria, Babylonia dan Persia.  Kehidupan mereka menjadi berat dan mengenaskan, lebih dari saat ditindas Firaun di Mesir.  Mereka pun makin jauh tenggelam dalam kesesatan sehingga makin banyak diantara mereka yang menekuni dan mendalami ilmu-ilmu sihir.

Saat Nabi Sulaiman berkuasa sebagai seorang Raja, beliau melarang segala macam bentuk sihir.  Semua kitab sihir disita dan dikuburkan di bawah singgasana beliau sehingga jika ada setan dari golongan jin yang ingin mengambilnya, dia akan mati terbakar.  Selain faktor mukjizat, singgsana yang setiap hari diduduki Nabi Sulaiman tentu mengalami interaksi energi dengan pemiliknya.  Vibrasi energi di singgasana tersebut dan di ruangan tempatnya berada tentu tidak akan kondusif bagi makhluk-makhluk jahat bervibrasi energi rendah seperti jin.  Namun, sesudah Nabi Sulaiman wafat, para tukang sihir di kalangan Bani Israil dengan bantuan kaum jin, bisa mengambil kembali catatan-catatan sihir tersebut dan mengembangkan ilmu sihir di kalangan mereka.  Sihir warisan bangsa Mesir Kuno tersebut dikembangkan sehingga menjadi cikal bakal ajaran Kabbalah, ajaran mistik kaum Bani Israil, yang hingga kini masih dipelajari sebagian kaum Yahudi. 

Bersambung